Menteri LHK Siti Nurbaya:

Ibu Kota Baru Dibangun dengan Konsep Smart and Forest City

Ibu Kota Baru Dibangun dengan Konsep Smart and Forest City
Presiden Joko Widodo berbincang-bincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Perjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di sela-sela peninjauan ke lokasi Ibu Kota Negara yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa, 17 Desember 2019 ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Rabu, 18 Desember 2019 | 08:47 WIB

Penajam Paser, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan, pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran Kementerian LHK bahwa membangun Ibu Kota Negara (IKN), nantinya didesain dengan menggunakan konsep kota cerdas (smart city) dan forest city atau bush capital, harus sekaligus dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan.

Menteri Siti Nurbaya menyampaikan hal itu seusai mendampingi Presiden Jokowi meninjau lokasi Ibu Kota Negara yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). IKN tepatnya pada Kawasan Hutan Produksi eks HTI Itchi Hutani Manunggal.

Terkait dengan konsep pembangunan IKN yang menggabungkan konsep kota cerdas dan forest city tersebut, Siti Nurbaya mengatakan bahwa kementeriannya sedang terus mendalami langkah-langkah kebijakan yang tepat untuk tujuan tersebut.

“Tentu saja dengan tetap menjaga habitat terutama orang utan dan bekantan, serta pemulihan lingkungan vegetasi (alam) dan penanganan eks tambang,” ujar Siti Nurbaya.

Untuk itu, ungkap Menteri LHK, direncanakan tahun depan akan dibangun kebun bibit persemaian modern pada areal seluas 120 ha dengan produksi bibit paling sedikit 15 juta batang per tahun.

“Untuk membangun gagasan besar ini, segala sesuatunya dipersiapkan, terutama pada bagian tugas kami di KLHK, yaitu pada aspek lingkungan,” ujar Menteri Siti.

Dikemukakan Siti Nurbaya, KLHK telah melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menjadi dasar penyusunan masterplan IKN dan nantinya dalam rencana tata ruan wilayah (RTRW) yang akan memberi pengaruh pada Kebijakan Rencana dan Program (KRP) berdasarkan kondisi lapangan dan peraturan-peraturan yang ada.

“Sambil terus dilakukan juga rehabilitasi hutan dan lahan yang proses pengerjaannya dimasukkan dalam kerangka waktu (time frame) yang sama,” katanya.

Di lapangan, ungkap Menteri Siti Nurbaya, Presiden menegaskan bahwa kondisi eks HTI yang hijau dan cukup baik ini agar dijaga dan ditata dalam bentuk mozaik tanaman. Artinya ada pohon-pohon fast growing karena eks HTI, tapi juga harus dikombinasi dengan pohon kayu keras dan lokal yang berumur panjang seperti kayu keras ulin terutama ditanam pada bagian-bagian  flood plain dan teras sungai.

“Tempat yang baik dan indah juga harus dibangun dengan teknik konstruksi yang harus sangat ramah lingkungan serta habitat satwa dijaga sebaik mungkin, diatur dengan teknik-teknik green infrastructure,” papar Menteri Siti.

Dalam kunjungan ke lokasi IKN, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Mendagri Tito Karnavian, Menteri LHK, Siti Nurbaya, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman.



Sumber: Suara Pembaruan