Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Gandeng KLHK

Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Gandeng KLHK
Petugas mengevakuasi puluhan warga keluar dari Kampung Muhara yang terisolasi akibat jembatan putus di Kecamatan Lebak Gedong, Banten, Minggu (5/1/2020). ( Foto: Antara / Weli Ayu Rejeki )
Farouk Arnaz / JEM Kamis, 9 Januari 2020 | 15:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengatakan tim yang bekerja menyelidiki banjir bandang dan longsor di Sajira, Kabupaten Lebak, Banten yang terjadi pada 1 Januari 2020 masih mengumpulkan data.

“Belum ada kesimpulan. Tim masih berada di lapangan. Sedang melakukan pemetaan dan survei dengan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Perlu waktu beberapa hari karena Satgas mengecek lokasi di beberapa titik (bukit) yang ada di ketinggian,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (9/1/2020).

Seperti diberitakan tim gabungan ke Lebak sejak Rabu kemarin. Satgas Bareskrim bergabung dengan tim Polda Banten, Polda Jabar, dan instansi terkait. Bareskrim turun tangan mengingat skala kerusakan yang terjadi.

Banjir Lebak juga menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu mendatangi lokasi banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/1/2020).

Jokowi langsung menyambangi Pondok Pesantren La Tansa di Kampung Parakansantri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong yang menjadi salah satu bangunan yang terdampak banjir bandang pada Rabu, 1 Januari 2020.

Jokowi meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terutama di wilayah Kabupaten Lebak.

Selain itu banjir juga diduga kuat akibat pembalakan liar di hutan yang merupakan kawasan lindung bagi macan tutul itu. Minimal ada sembilan nyawa yang melayang.



Sumber: BeritaSatu.com