Doni Monardo: BNPB Sudah Berikan Peringatan Potensi Banjir

Doni Monardo: BNPB Sudah Berikan Peringatan Potensi Banjir
Doni Monardo. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / FER Selasa, 14 Januari 2020 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku sudah memberikan peringatan terkait adanya potensi bencana banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di kawasan Jabodetabek, pada awal tahun baru 2020. Peringatan tersebut, bahkan sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelum banjir besar melanda.

Banjir Jabodetabek Dipengaruhi Rusaknya Ekosistem 

"Berkaitan dengan banjir dan juga bencana longsor, khususnya di kawasan Jabodetabek pada tanggal 1 Januari yang lalu, sebenarnya sudah kami sampaikan jauh hari sebelumnya. Tanggal 31 Oktober (2019) BNPB telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh provinsi untuk bisa mempersiapkan diri menghadapi musim hujan," kata Kepala BNPB, Doni Monardo, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Tidak sampai disitu, pada tanggal 19 Desember 2019, atau beberapa hari sebelum terjadinya banjir besar di Jabodetabek, pihaknya juga menggelar rapat kerja dengan seluruh perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda). Salah satu poin rapat kerja tersebut yaitu bagaimana masing-masing Pemda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

"Kemudian tanggal 19 Desember kami melakukan rapat kerja dengan seluruh perwakilan dari pemerintah daerah termasuk juga unsur TNI-Polri dan lembaga-lembaga yang ada. Kemudian dalam penegasan itu pun meminta agar seluruh provinsi bisa mempersiapkan diri lebih awal sesuai dengan data yang telah disampaikan oleh badan meteorologi klimatologi dan geofisika," ucapnya.

Kerja Sama Tangani Banjir, Presiden Panggil Kepala Daerah

Dikatakan Doni, pada pagi hari tanggal 1 Januari 2019, begitu dapat laporan tentang banjir di berbagai daerah dalam waktu tidak lama pihaknya telah menyiapkan helikopter untuk memeriksa kondisi secara langsung di lapangan.

"Kami sudah menjagakan helikopter. Jadi bersama dengan bapak Menteri PUPR dan Gubernur DKI Bapak Anies melakukan survei udara dengan menggunakan helikopter, baik helikopter sewa oleh BNPB maupun dua bantuan dari TNI," ungkap Doni.

Dari pantauan langsung di lapangan itulah akhirnya BNPB melihat bahwa banjir di kawasan Jabodetabek sudah sangat masif. Bahkan, sebagian besar wilayah terendam air yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kelumpuhan di sejumlah titik.

"Kemudian malam sudah begitu banyak permintaan bantuan dari daerah-daerah, terutama Bekasi dan kami lihat tidak bisa ini dibiarkan sementara langkah-langkah dari wilayah pun belum maksimal," tandas Doni.



Sumber: Suara Pembaruan