BPPT Siapkan TMC untuk Pencegahan Karhutla di Riau

BPPT Siapkan TMC untuk Pencegahan Karhutla di Riau
Ilustrasi kebakaran hutan. ( Foto: ANTARA FOTO / Bayu Pratama S )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 6 Februari 2020 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah dilakukan khususnya pada daerah yang mulai memasuki musim kemarau fase pertama (Februari-Maret) seperti di Provinsi Riau. Selain menyiagakan personel, pembasahan gambut juga dilakukan melalui sekat kanal.

Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Penanganan Karhutla

Selain itu pembasahan lahan gambut juga akan dilakukan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, saat ini TMC masih fokus di Jakarta (mereduksi curah hujan). Tetapi memang ada rencana berikutnya ke Riau.

"Target berikutnya ke sana (Riau), tapi kita belum tahu tanggal berapa akan dimulai," kata Agus di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Soal Karhutla, Jokowi Ancam Copot Pangdam dan Kapolda

Sejak 3 Januari hingga Kamis (6/2) TMC masih dilakukan untuk mereduksi curah hujan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sehingga bisa mencegah terjadinya banjir bencana seperti yang terjadi 1 Januari 2020.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memperkirakan musim hujan masih akan terjadi Februari hingga Maret 2020. Oleh sebab itu, untuk mencegah curah hujan ekstrem, TMC masih dilakukan di Jabodetabek.

Sementara itu, untuk pencegahan karhutla Agus menambahkan, BNPB sudah menyampaikan ke daerah rawan karhutla untuk meningkatkan kesiagaan dini. Di Sumatera Selatan, BNPB sudah membangun sodetan sungai untuk membasahi gambut. Selain itu juga dibuat sekat kanal, agar gambut tetap basah sehingga tidak mudah terbakar.

Jokowi: Begitu Titik Api Muncul Segera Padamkan

Upaya lain yang dilakukan adalah sosialisasi ke masyarakat untuk mengubah perilaku bercocok tanam yang cocok di lahan basah seperti menanam sagu dan nanas. BNPB juga sudah membantu penyediaan pompa air di lahan gambut di Riau.

Terkait upaya pemantauan titik panas atau hotspot, tahun 2020 akan ada terobosan dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone). "Untuk operasi pengamatan hotspot kita pakai drone karena biaya lebih murah dibanding helikopter," tandas Agus.



Sumber: Suara Pembaruan