BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Pekan Depan

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Pekan Depan
Petugas PPSU Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mengecek pemukiman warga di Jalan Kemang Selatan X RT 03/RW 02 yang tergenang air luapan Kali Krukut akibat hujan, Sabtu (9/2/2020). ( Foto: Antara )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Minggu, 9 Februari 2020 | 19:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada sepekan ke depan akan kembali terjadi peningkatan curah hujan di pertengahan minggu hingga akhir pekan.

Seperti diketahui, hujan lebat hingga sangat lebat terjadi pada Sabtu (8/2/2020) yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Prabowo mengatakan, dari pengamatan BMKG, setelah kejadian itu, beberapa hari ke depan curah hujan relatif akan menurun.

"Namun kita akan monitoring terus karena terlihat pada pertengahan minggu depan akan ada perkembangan aktivitas yakni munculnya pertumbuhan awan yang bisa memicu hujan lebat hingga akhir pekan," katanya kepada SP di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Pada Sabtu (8/2/2020) lalu, BMKG mencatat hujan yang cukup merata dengan intensitas sedang hingga lebat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Prabowo menambahkan, berdasarkan data hujan yang terukur, curah hujan selama 24 jam terakhir sejak pukul 07.00 WIB, Sabtu (8/2/2020) di wilayah Jabodetabek menunjukkan intensitas sedang hingga lebat cukup merata. Intensitas tertinggi terukur di wilayah Pulomas Jakarta Timur yang mencapai 244,2 milimeter (mm) per hari. Seentara di kawasan hulu Gunung Geulis Puncak, Bogor curah hujan mencapai 150 mm per hari.

"Konsentrasi hujan intensitas sangat lebat atau lebih dari 100 mm/hari juga terjadi di wilayah Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, sebagian Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Sedangkan di wilayah Jakarta Barat hujan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat," paparnya.

Selanjutnya, akumulasi hujan pada Sabtu (8/2/2020) terjadi dari hasil kejadian hujan pada Jumat (7/2/2020) pukul 07.00 WIB hingga 8 Februari 2020 pukul 07.00 WIB. Hujan di wilayah Jabodetabek kata Prabowo, mulai terjadi pada siang hingga sore hari, dan sempat menurun intensitasnya sekitar pukul 18.00 WIB hingga tengah malam.

"Kemudian hujan kembali terjadi mulai tengah malam hingga pagi hari cukup merata dengan konsentrasi cukup tinggi di wilayah Jakarta Utara," ucapnya.

Berdasarkan peta hujan, dapat dianalisis bahwa hujan yang terjadi di wilayah Jabodetabek cukup merata baik dari wilayah selatan (hulu) hingga ke wilayah utara (lokal DKI Jakarta).

Ia menambahkan, munculnya siklon tropis Damien di barat laut Australia sesungguhnya tidak berpengaruh langsung pada curah hujan di Jabodetabek tersebut. Wilayah yang lebih terdampak adalah justru di selatan Nusa Tenggara Timur.

Namun, siklon tropis tersebut membuat pertemuan aliran udara dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan sehingga terbentuk daerah konvergensi atau pertumbuhan awan yang hampir memanjang dari Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat. Terbentuknya daerah konvergensi ini membuat pertumbuhan awan hujan melimpah sehingga memicu hujan lebat hingga sangat lebat.

Selain itu, muncul pula seruakan dingin cold surge yang aktif dengan indeks di atas 10 pada 6 Februari 2020. Lalu 1-2 hari setelahnya, curah hujan di Jabodetabek akan meningkat.

"Cold surge ini membawa desakan udara dingin dari Asia ke Indonesia bagian barat yang ujungnya di Jabodetabek," ucapnya.

BMKG mengimbau dan mengingatkan masyarakat bahwa pada Februari sampai Maret ini masih memasuki periode musim hujan. Oleh karena itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi.

"Maka masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensinya, dan untuk selalu update informasi prakiraan cuaca dari BMKG," ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan