Petabencana.id Ajak Masyarakat Informasikan Bencana

Petabencana.id Ajak Masyarakat Informasikan Bencana
Kepala BNPB Doni Monardo (tengah) meluncurkan Petabencana.id ajak masyarakat kurangi risiko bencana, di Jakarta, Selasa (11/2/2020) (Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyanti Rikin)
Ari Supriyanti Rikin / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 22:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat perlu terlibat aktif dalam upaya mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Sekalipun informasi potensi bencana atau bencana datang dari masyarakat tentu sangat membantu pengurangan risiko dan mengurangi korban jiwa.

Petabencana.id, Platform Pelaporan Bencana Via Medsos

Menjawab hal itu, salah satu platform berbasis web yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Yayasan Peta Bencana berupa Petabencana.id diluncurkan di ruang serba guna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Bahkan, Petabencana.id menurut Yayasan Peta Bencana tidak lepas dari sumbangsih mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kala itu, Sutopo Purwo Nugroho.

Direktur Yayasan Peta Bencana, Nashin Mahtani mengatakan, Petabencana.id bagian dari warisan almarhum Sutopo Purwo Nugroho. Awalnya dikembangkan hanya di beberapa wilayah sejak tahun 2013 di Jakarta untuk informasi banjir, lalu berlanjut di tahun-tahun berikutnya ke Bandung, Surabaya lalu diperluas seperti sekarang ini.

"Saat ini sudah bisa menjangkau seluruh wilayah tanah air. Platform online ini juga mengadopsi kearifan lokal sehingga bisa memberikan gambaran komprehensif kejadian bencana," katanya.

Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Penanganan Karhutla

Dalam waktu dekat, Petabencana.id juga akan memberikan informasi kebencanaan lainnya seperti, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, erupsi gunung api, gempabumi dan angin kencang.

Menurutnya, Petabencana.id adalah platform berbasis web, online yang dapat diakses oleh publik. Platform ini juga memvisualisasikan secara realtime kejadian bencana.

Peta yang ditampilkan merupakan gabungan informasi kebencanaan dengan data infrastruktur di suatu wilayah yang diintegrasikan dari kanal media sosial, aplikasi lokal, jurnalisme warga dan badan pemerintahan yang berguna untuk mendapatkan gambaran menyeluruh ketika situasi bencana terjadi.

"Kesiapsiagaan yang dibangun dari masyarakat ini melalui Petabencana. id ini dengan prinsip gotong royong. Diharapkan kita bisa bersama-sama mengurangi risiko," ucapnya.

Jokowi: Begitu Titik Api Muncul Segera Padamkan

Senada dengan itu, Kepala BNPB, Doni Monardo, mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana yang besar. Oleh sebab itu, melalui Petabencana.id informasi potensi atau pun dampak kebencanaan bisa diketahui dan diinformasikan secepat mungkin ke masyarakat. Sehingga bisa langsung memutuskan evakuasi dini dan mandiri tanpa menunggu perintah.

"Petabencana.id adalah upaya kita mengurangi risiko bencana," kata Doni.

Doni menegaskan, pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Dasar punya kewajiban melindungi warganya. Menurutnya, dari kejadian bencana banyak faktor penyebabnya.

Jenderal bintang tiga ini mencontohkan, dari bencana banjir misalnya, tidak hanya dilihat dari faktor tingginya curah hujan, tetapi ada faktor perilaku manusia. Ulah manusia yang dimaksud antara lain, tambang ilegal (illegal mining), illegal logging, alih fungsi lahan untuk permukiman dan lainnya.

"Untuk menyelesaikan masalah banjir tidak bisa hanya di hilirnya saja. Sungai telah menjadi tempat pembuangan sampah, begitu pula gorong-gorong. Ini menjadi kebiasaan yang tidak baik," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan