Winta Selamatkan Habitat Gajah Lewat Jepretan Foto

Winta Selamatkan Habitat Gajah Lewat Jepretan Foto
Hasil jepretan foto Winta Wahyu Widada. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Kamis, 13 Februari 2020 | 13:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Populasi hewan gajah liar yang ada di Indonesia belakangan berkurang akibat perburuan liar. Hal ini yang mendorong aktivis perempuan yang juga seorang sosialita Winta Wahyu Widada tergerak melakukan penyelamatan ekosistem gajah liar yang ada di Indonesia.

Caranya cukup unik yakni dengan memotret. Melalui hobi-nya dan keahliannya dibidang fotografi, istri Kapolda Gorontalo, Brigjen Drs Wahyu Widada ini berusaha menyelamatkan habibat Gajah liar yang berada di wilayah Riau yang beberapa waktu yang lalu terancam habibatnya akibat adanya kebakaran lahan.

Kegiatan fotografi dilakukan Winta bersama rekannya Rarindra Perkasa di wilayah Riau itu dilakukan dalam upayanya melindungi habibat gajah liar. 

"Untuk bisa mengabadikan gajah itu, saya harus turun ke desa terpencil yang bernama Buluh Cina, Tesso Nilo Kabupaten Siak Hulu dan hutan-hutan terpencil tempat pelatihan dan perlindungan gajah-gajah Riau. Lewat eksplorasi mengabadikan Gajah liar sebagai obyek fotonya selain mengambil keindahan alam, saya berusaha mengingatkan masyarakat tentang bagaimana kita sebagai manusia harus mencintai alam, menjaga habubat hewa-hewan liar sebagai penyeimbang ekosistem di alam dan mengenalkan masyarakat di pedalaman Riau yakni Desa Buluh CIna yang jauh dari jangkauan pemerintah agar mereka diperhatikan juga," ungkap Winta dalam keterangannya, Kamis (13/2/2020).

Alhasil, akibat kiprah dan kepeduliannya terhadap lingkungan alam dan pelestarian Gajah liar di pedalaman Riau itu, Winta kemudian diberi penghargaan oleh ketua Adat Desa Buluh Cina.  Hasil jepretan fotonya dinilai mampu membuat desa yang berada di pedalaman Riau itu kini dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi salah satu obyek wisata alam yang dikenal di Indonesia.

"Saya tidak menyangka hasil jepretan foto saya bisa mengubah perilaku masyarakat untuk melindungi dan melestarikan habitat gajah yang ada di sana. Saat ini, daerah Desa Buluh Cina di kenal sebagai desa wisata yang mengedepankan keindahan alam dan kelestarian habitat gajahnya.Semoga langkah ini bisa dilakukan oleh masyarakat lain dalam melakukan pelestarian alam dan lingkungan serta habitat hewan langka lainnya dengan cara apapun," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com