Sembilan Warga Batan Indah Jalani Pengujian Kadar Radiasi

Sembilan Warga Batan Indah Jalani Pengujian Kadar Radiasi
Petugas dari Tim Batan dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Senin, 17 Februari 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sembilan orang warga Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan sudah menjalani pemeriksaan whole body counting (WBC) untuk mengetahui apakah terdapat paparan radiasi pascaditemukannya zat radioaktif di atas ambang batas normal di tanah kosong di perumahan tersebut.

Pemeriksaan sembilan orang ini dilakukan di Pusat Teknologi Keselamatan dan Meteorologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Hasil pemeriksaan dan uji kadar radiasi ini diperkirakan akan rampung 2-3 hari mendatang.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Indra Gunawan mengatakan, uji terhadap sembilan warga ini sudah melalui persetujuan RT/RW setempat. Sembilan warga ini merupakan warga yang rumahnya dekat dengan lokasi penemuan radioaktif.

"Jumlah yang diuji sebanyak sembilan orang ini juga mempertimbangkan sumber daya pemeriksaan PTKMR Batan Pasar Jumat," katanya saat dihubungi SP, di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Selain pemeriksaan warga, upaya pengerukan tanah dan penebangan vegetasi di sekitar lokasi radiasi radioaktif juga terus dilakukan. Pada Senin (17/2), terdapat 28 drum yang berhasil diisi untuk selanjutnya dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan. Dalam tiga hari pemeriksaan, sudah ada 115 drum diisi tanah yang terkontaminasi radioaktif.

Indra mengungkapkan, meski hasil ukur belum normal, setelah tiga hari pengerukan atau dekontaminasi, sudah ada penurunan kadar radiasi dan garis aman (safety line) sudah dipersempit.

Sejalan dengan upaya ini, Bapeten juga sedang mengumpulkan dan menginventarisasi jumlah pemegang izin pemanfaatan nuklir jenis Cesium (Cs-137). Sebab saat ini, kata Indra, jumlah pemegang izin pemanfaatan nuklir di Indonesia yang berasal dari berbagai unsur atau kategori jumlahnya ribuan.

"Pemanfaatan tenaga nuklir ini ada beberapa kategori antara lain kategori rendah, sedang, dan tinggi," ucapnya.

Indra menjelaskan, untuk pemanfaatan nuklir kategori ringan digunakan untuk layanan diagnostik seperti rontgen, CT scan dan alat screening barang bawaan penumpang di bandara.

Sedangkan untuk kategori sedang adalah Cs-137 yang biasanya digunakan di industri untuk pengukuran. Ia mencontohkan, di industri kertas unsur ini digunakan untuk mengukur ketebalan kertas. Kemudian di industri air minum kemasan, unsur ini digunakan untuk mengukur tinggi air kemasan dan di industri rokok untuk mengukur kepadatan pada setiap batang rokok.
Sementara itu untuk kategori tinggi pemanfaatan nuklir untuk reaktor pembangkit tenaga listrik.

Terkait dekontaminasi, Indra berharap, hal ini tidak berlangsung sampai 20 hari seperti perkiraan semula. Sebab sudah ada bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan.

"Dengan bantuan dari Dinas PU Tangsel kita berharap pengerukan bisa lebih cepat," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com