Pemkab Pasuruan Gandeng Nestle Kurangi Sampah Plastik

Pemkab Pasuruan Gandeng Nestle Kurangi Sampah Plastik
Kiri ke kanan: Technical Director Nestle Indonesia Jean-Luc De Vuyst, Minister Consellor Norwegian Embassy Byornar Dahl Hotvedt, Direktur PT Systemic Lestari Indonesia Sabrina Mustopo, Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, Director Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma dan Head of Sustainable Packaging Nestle Indonesia Prawitya saat penandantanganan kerja sama Project STOP di Pasuruan, Kamis (20/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 20 Februari 2020 | 18:01 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistim pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan.

Pola Asuh Grow Happy Dukung Tumbuh Kembang Anak

Untuk kerja sama ini, Pemkab Pasuruan menyedikan lahan seluas 2 hektare untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di dua kecamatan, yakni Lekok dan Nguling.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, mengatakan kerja sama dengan Nestle dan Project STOP untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah ini merupakan salah satu upaya untuk membantu Indonesia mencapai target pengurangan sampah plastik di lautan hingga 70 persen pada 2025.

"Program ini sekaligus juga untuk membantu terciptanya pengelolaan sampah mandiri yang ekonomis yang dapat diterapkan di seluruh daerah. Tidak hanya menyediakan lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat,” kata Irsyad, di Pasuruan, Kamis (20/2/2020).

Saat ini, hanya 9 persen penduduk di Pasuruan yang memiliki akses terhadap layanan pengelolaan sampah, dan hanya 1 persen dari jumlah sampah tersebut dikelola secara bijak. Penduduk lain tidak memiliki pilihan, selain membuang sampah di lingkungan sekitar mereka.

Larangan Penggunaan Kantong Plastik Harus Konsisten

CEO Borealis, Alfred Stern mengatakan, perluasan kerja sama Project STOP ke lebih banyak kota merupakan langkah penting untuk memperbaiki sirkularitas plastik, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kebocoran sampah yang tinggi.

"Sebagai mitra industri dan perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, kami menghargai komitmen Nestlé dan seluruh mitra kami, terutama Pemkab Pasuruan yang telah bersedia untuk bekerja sama dalam mencegah sampah plastik masuk ke lautan," kata Alfred.

Presiden Direktur Nestle Indonesia, Dharnesh Gordon, menyebutkan Nestle adalah perusahaan makanan dan minuman pertama yang bekerja sama dengan Project STOP.

"Nestle berkomitmen untuk memastikan 100 persen kemasan kami dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025," tandas Dharnesh.

Pendekatan Nestle untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan sirkular, berfokus pada tiga pekerjaan utama, yaitu pengembangan kemasan untuk masa depan, membantu menciptakan masa depan bebas sampah, serta mendorong perubahan perilaku dan memberikan pemahaman baru tentang bagaimana kita menggunakan kemasan.

"Keterlibatan kami dalam Project STOP mendukung ambisi jangka panjang kami untuk menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan di wilayah operasi kami di seluruh dunia, yang salah satunya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan," tandas Dharnesh.

 



Sumber: BeritaSatu.com