Batan Evaluasi Proses Pembersihan Radioaktif di Komplek Batan Indah

Batan Evaluasi Proses Pembersihan Radioaktif di Komplek Batan Indah
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2/2020). Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di area kosong Komplek Batan Indah tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Jumat, 21 Februari 2020 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim clean up atau dekontaminasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Perumahan Batan Indah melakukan evaluasi setelah melakukan pembersihan selama delapan hari. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan strategi lanjutan dekontaminasi dan remediasi (pembersihan permukaan tanah tercemar).

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan, Suryantoro yang memimpin proses dekontaminasi mengatakan, evaluasi ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan sekaligus menentukan strategi berikutnya.

"Kegiatan clean up hari ini dihentikan sementara guna dievaluasi dulu pekerjaan sebelumnya. Momen ini juga kami gunakan untuk menentukan strategi clean up ke depan yang diharapkan lebih efektif," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara mengungkapkan, hingga hari kedelapan, tanah yang diserahkan ke Pusat Teknologi LImbah Radioaktif (PTLR) telah mencapai 337 drum. Semua tanah dan vegetasi yang dikumpulkan kemudian akan diolah di PTLR yang selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara.

Menurut Heru, sampai Kamis (20/2/2020), tingkat paparan di lapangan sudah mengalami penurunan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa titik yang menunjukkan tingkat paparan di atas ambang batas.

"Untuk itulah hal ini perlu dievaluasi terlebih dahulu kegiatan clean up selama ini dan kita menentukan strategi yang lebih efektif dan efisien agar tingkat paparan segera normal sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan," papar Heru.

Meskipun masih terdapat titik dengan tingkat paparan yang berada di atas ambang, Heru mengimbau, warga tidak perlu khawatir dan melakukan aktivitas seperti biasa.

"Semoga proses clean up ini segera selesai dan selanjutnya akan dilakukan remediasi," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com