Empat Pekan PSBB, Kualitas Udara Jakarta Membaik

Empat Pekan PSBB, Kualitas Udara Jakarta Membaik
Sejumlah kendaraan bermotor ramai lancar melintasi Jalan Medan Merdeka Barat, kawasan Bunderan Patung Kuda, Jakarta, Senin, 13 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Ari Supriyanti Rikin / FER Selasa, 21 April 2020 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Empat pekan lebih kebijakan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah membuat sejumlah perubahan di Jakarta. Salah satunya banyak postingan di media sosial (Medsos) seperti terlihatnya langit biru di Jakarta dan terlihatnya dua objek Gunung Salak serta Pangrango yang berada di Bogor.

Penampakan kedua gunung yang terlihat dari Jakarta, bisa jadi disebabkan turunnya polusi udara sehingga jarak pandang jauh dan objek tersebut pun terlihat.

Baca Juga: Kerja dari Rumah Pengaruhi Kualitas Udara di Jakarta

Kepala Sub Bidang Informasi Pencemaran Udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suradi mengatakan pada Maret 2020 saat mulai diberlakukan work from home (WFH), kondisi udara relatif lebih bersih dilihat dari unsur partikulat debu melayang (SPM) dan PM10 (partikel debu dengan ukuran 10 mikron) dibanding bulan yang sama pada Maret 2019.

"Dengan udara yang relatif bersih maka tingkat kekeruhan (turbidity) atmosfer menjadi lebih terang, dan langit (pada saat tidak mendung) cerah sehingga berwarna biru," katanya di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Kecenderungan kualitas udara yang membaik ini bisa dilihat dari data persepuluh hari (dasarian) PM2,5 di Jakarta Pusat. Hingga 10 hari pertama April 2020, warna kuning yang menunjukkan konsentrasi yang relatif lebih tinggi makin sedikit jumlahnya dan berganti dengan dominasi warna yang membiru (konsentrasi lebih rendah).

Namun, dari pengamatan terakhir pada 20 April 2020, nilai rata- rata PM10 di Jakarta Kemayoran sebesar 51 mikrogram per meter kubik, kualitas udara dalam kondisi sedang. "Ada kecenderungan kualitas udara kembali berkurang kualitasnya. Khususnya di akhir pekan," ucapnya.

Baca Juga: BMKG Sebut Kualitas Udara Jakarta Membaik

Sejauh ini tambahnya, peningkatan kualitas sudah mulai kelihatan di bulan Maret 2020, dimana total konsentrasi PM10 sudah lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019 pada periode yang sama.

Bahkan, walaupun curah hujan di bulan Maret 2020 ini lebih rendah dibanding Maret 2019, dimana curah hujan memiliki fungsi juga sebagai pencuci udara namun ternyata konsentrasi PM10 di Maret 2020 (garis biru) ini lebih rendah dibanding periode Maret 2019 (garis hijau).

Dilihat dari kalender polutan awal April 2020 ini juga membaik dibanding pekan pertama April 2019. Walaupun hari Minggu, 19 April 2020, justru kualitas udara dalam level sedang (biru).

Kalau dibandingkan dengan bulan April 2019, secara umum bulan April hingga tanggal 20 April 2020 ini masih lebih baik dibanding tahun April 2019.

Baca: Longgar, Aturan PSBB Diminta Lebih Ketat

Suradi menilai, walaupun membaik dibanding tahun lalu, pelaksanaan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang belum maksimal ditandai dengan masih ramainya kendaraan di jalan- jalan menyebabkan masih belum signifikannya perbaikan kualitas udara di Jakarta.

"Khususnya di hari Sabtu dan Minggu, tanggal 18 dan 19 April 2020 dimana terjadi kenaikan tren konsentrasi PM10 di Jakarta. Mudah-mudahan masyarakat konsisten mematuhi PSBB hingga waktu yang ditentukan pemerintah," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com