Ditjen PPKL KLHK Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Pandemi

Ditjen PPKL KLHK Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Pandemi
Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut berkontribusi meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. Perwakilan Ditjen PPKL memberikan bantuan kepada masyarakat melalui Yayasan Kumala dan Yayasan Sahabat Ciliwung, Selasa, 12 Mei 2020. (Foto: Istimewa)
Jeis Montesori / JEM Selasa, 12 Mei 2020 | 18:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Imbauan Presiden joko Widodo (Jokowi) agar semua kalangan baik kementerian atau lembaga dan berbagai elemen masyarakat bergotong royong membantu mengatasi dampak wabah virus corona atau Covid-19 kini terus berjalan di tengah masyarakat. Kekuatan gotong royong semua pihak inilah yang akan membantu Indonesia keluar dari krisis akibat pandemi tersebut.

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tak ketinggalan turut berkontribusi meringankan beban masyarakat terdampak. Perwakilan Ditjen PPKL memberikan dukungan dan bantuan untuk pengendalian Covid-19 dengan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat melalui Yayasan Kumala dan Yayasan Sahabat Ciliwung disalurkan Selasa (12/5/2020).

Bantuan yang diberikan berupa beras 200 kg, sabun cuci tangan 6.336 buah, suplemen vitamin 10.080 buah, serta masker kain 15.000 buah. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan pokok selama Ramadan dan perlindungan diri dari pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan dilakukan perwakilan Ditjen PPKL KLHK kepada Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung dan Yayasan Kumala, serta perwakilan masyarakat di kantor sekretariat komunitas. Selanjutnya bantuan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan yang sudah didata oleh komunitas seperti dapur umum, tuna wisma, dan anak jalanan.

Direktur Jenderal PPKL KLHK MR Karliansyah menyatakan bersyukur dapat membantu masyarakat terdampak covid. “Bentuk kepedulian seperti ini adalah komitmen Ditjen PPKL KLHK untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Kegiatan ini sebagai solidaritas dan empati sesama manusia membantu seluruh warga dan menjadi contoh baik sehingga yang lain dapat juga bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” kata Karliansyah,

Sebelumnya Ditjen PPKL KLHK telah menyalurkan bantuan sabun, masker, menyemprotkan disinfektan ke sejumlah tempat di Jakarta dan Tangerang Selatan.

Karliansyah mengatakan, tujuan kegiatan saat ini adalah menitipkan bantuan kepada komunitas yang tepat sehingga bantuan diberikan juga tepat sasaran.

"Perlu adanya kerja sama antarberbagai pihak agar kebijakan pemerintah dapat terealisasikan dengan baik, sehingga kondisi ekonomi masyarakat bisa terselamatkan. Bantuan pemerintah dan pihak yang lainnya menjadi harapan besar masyarakat yang sudah kehilangan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya selama masa pandemi Covid-19,” kata Karliansyah.

Karliansyah mengatakan, persoalan ekonomi merupakan dampak paling dirasakan di luar penyakit yang diderita oleh mereka yang terjangkit Covid-19. Bahkan, jika berlangsung semakin lama, dampak buruk sosial ekonomi bisa lebih tinggi dibandingkan dengan persoalan kesehatannya. Akibat adanya pandemi Covid-19 ini masyarakat terpaksa harus mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Dalam situasi sulit seperti ini, kebersamaan dan kegotongroyongan dapat menjadi senjata ampuh,” katanya.
Sedangkan kebijakan stimulus yang tepat dari sisi program maupun sasarannya menentukan dampak yang diterima oleh masyarakat. Orang-orang yang berkecukupan memiliki kewajiban untuk membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini sebagai wujud solidaritas sosial yang secara psikologis akan menguatkan masyarakat dalam menghadapi krisis.

Sementara Yayasan Kumala yang berdiri sejak 2006 oleh Abah Dindin sejak awal berfokus kepada pengelolaan lingkungan dan sosial kemanusiaan. Kegiatan yang dialakukan oleh Yayasan Kumalah berupa pengelolaan sampah, sehingga bisa bernilai jual melalui Bank Sampah yang melibatkan masyarakat menengah ke bawah seperti tuna wisma, anak jalanan, dan pemulung dan merupakan kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Warga binaan Yayasan Kumala dijadikan sebagai agen lingkungan dalam penerapan 5R tersebut. Beberapa orang mungkin melihat anak-anak jalanan sebagai orang yang tidak terdidik, kriminal, dan harus dijauhi. Abah Dindin memiliki cara pandang yang berbeda, ia sangat peduli dengan masa depan anak-anak jalanan di sekitar tempatnya agar lebih berdaya.

“Saya berkeinginan untuk ikut membantu anak-anak jalanan agar bisa hidup seperti warga lainnya. Di Yayasan Kumala dilakukan pembinaan supaya tidak kembali lagi ke jalanan. Anak binaan juga mendapat pelatihan membuat kertas daur ulang ataupun kerajinan tangan bernilai ekonomis. Dengan demikian, kendati tidak mengamen, mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ucap Abah Dindin.

 



Sumber: BeritaSatu.com