APSI dan Pemkab Klungkung Kerja Sama Atasi Sampah

APSI dan Pemkab Klungkung Kerja Sama Atasi Sampah
Salah satu posko TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) di Klungkung, Bali, sejenis bank sampah di setiap desa. (Foto: Ist)
Heriyanto / HS Senin, 8 Juni 2020 | 10:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) untuk mengurangi berbagai persoalan sampah dan mengolahnya agar mempunyai nilai ekonomis.

Ketua Umum APSI Saut Marpaung dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2020), menyatakan APSI yang memiliki 202 anggota pelaku usaha persampahan bekerja sama dengan Pemkab Klungkung untuk mengumpulkan sampah sesuai jenisnya.

Program ini akan ditopang melalui TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang sudah berjalan di Klungkung. TOSS sejenis bank sampah di setiap desa, dimana 30 dari 53 desa yang ada di Klungkung sudah memiliki TOSS.

Untuk itu, lanjut Saut, pihak pertama yang menghasilkan sampah seperti rumah tangga, pemilik warung, rumah makan, pusat belanja atau kafé/restoran diminta memilah sampah dari sumbernya sebelum diberikan ke TOSS. Hal itu agar sampah menjadi lebih padat, ringkas dan praktis saat diangkut dan setiap TOSS dilengkapi juga dilengkapi dengan mesin press mini.

“Dari TOSS, sampah plastik itu dikirim ke pusat pengolahan daur ulang di Desa Kusamba, Klungkung. Pusat daur ulang ini disediakan Pemkab Klungkung dengan luas 2 hektare. Lalu APSI yang mengelola pusat daur ulang tersebut bersama anggotanya,” jelas Saut.

APSI memberikan apresiasi sangat tinggi kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang mempunyai komitmen kuat untuk mengatasi dan mengolah sampah di wilayahnya. “Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta punya nyali besar dan luar biasa untuk mengelola sampah di daerah yang dipimpinnya. Semoga ini awal yang baik untuk menuntaskan persoalan sampah,” ucap Saut.

Suwirta menyatakan bahwa kerja sama dengan APSI memiliki kesepakatan untuk memilah dan mengolah sampah plastik yang akan mengarah pada bisnis sampah plastik. Di sisi lain, dia juga menargetkan pada 2020, Kabupaten Klungkung mampu meraih peringkat pertama skala nasional dalam penyerapan sampah plastik untuk didaur ulang.

“Kerja sama mengarah ke bisnis sampah plastik. Seluruh jajaran pemerintah daerah dan turunannya sampai ke desa-desa wajib menyiapkan sampah plastik. Dan, asosiasi wajib mengambil dan membeli sampah plastik itu,” kata Suwirta.

Untuk mengefektifkan kerja sama ini, aplikasi Mountrash sebagai salah satu anggota dari APSI juga berkontribusi dalam pengumpulan sampah plastik. Untuk tahap awal, aplikasi yang pengelolaan sampah yang dibesut PT Mountrash Avatar Indonesia (MAI) akan melakukan sosialisasi kepada semua pihak di Klungkung.

“Kami sangat mendukung kerja sama APSI dan Pemkab Klungkung. Mountrash bisa hadir untuk mempercepat proses pengumpulan sampah dan pemilahan pada sampah plastik,” kata Chief Executive Officer PT MAI Gideon W Ketaren.



Sumber: BeritaSatu.com