Unilever Manfaatkan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik

Unilever Manfaatkan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik
Ilustrasi sampah plastik. (Foto: Antara / Irwansyah Putra)
Indah Handayani / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 21:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sampah plastik masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, terutama yang berakhir di lautan.

Baca Juga: Gugus Tugas Apresiasi Langkah Unilever Tutup Pabrik

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, sebanyak 36 persen hingga 38 persen sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik, dan menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem laut. Jika tidak diatasi, diprediksi limbah sampah plastik di laut secara global dapat meningkat hingga 300 persen dalam rentang waktu 2010 hingga 2050.

Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak bisa berperan membuat perubahan, termasuk para beauty enthusiasts sebagai konsumen dari produk-produk personal care.

Beauty & Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, mengatakan, di tengah keresahan terhadap permasalahan sampah plastik yang berakhir di lautan, beauty enthusiasts di berbagai belahan dunia mulai bergerak mempopulerkan tren Blue Beauty, yaitu sebuah gerakan untuk menggunakan produk personal care yang berkomitmen terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya.

"Tren ini menekankan pentingnya penggunaan bahan alami secara inovatif serta bahan kemasan yang mudah terurai, dapat di daur ulang, atau terbuat dari hasil daur ulang sehingga life cycle-nya tidak mencemari lingkungan laut," jelas Ira dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Unilever Distribusikan 40.000 Alat Tes PCR

Menurut Ira, pihaknya percaya bahwa melakukan perawatan kecantikan diri dapat dilakukan tanpa harus merusak bumi, untuk itu pihaknya menghadirkan Love Beauty and Planet Clean Oceans Edition sebagai produk personal care pertama di Indonesia yang menggunakan ocean-bound plastic, yaitu teknologi kemasan daur ulang dari limbah plastik di pesisir yang sejalan dengan tren Blue Beauty atau sering disebut sebagai the new sustainable beauty movement for 2020.

"Tidak hanya itu, seluruh botol kemasan rangkaian produk tersebut juga dapat didaur ulang sehingga mendukung komitmen jangka panjang Unilever untuk membuat 100 persen kemasan plastik yang diproduksi menjadi recyclable, compostable, atau reusable," paparnya.

Seiring dengan kehadiran rangkaian produk tersebut, Ira menambahkan, pihaknya juga mengusung campaign #SmallActsofLove untuk mengajak beauty enthusiasts mulai lebih peduli terhadap kelestarian bumi melalui hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari- hari.

Sementara itu, co-founder Yayasan Carbon Ethics Indonesia, Agung Bimo Listyanu menjelaskan, coral atau terumbu karang, memiliki peranan yang sangat penting untuk kehidupan di bumi. Selain merupakan penunjang 25 persen kehidupan laut baik sebagai habitat dan sumber makanan biota laut lainnya, terumbu karang juga mempunyai peran penting untuk melindungi masyarakat pesisir dari terjangan ombak dan mengurangi tingkat pemanasan global karena memiliki kemampuan untuk menyerap karbondioksida.

Baca Juga: Pemprov DKI Optimistis Sampah Plastik Berkurang

"Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik inisiatif Love Beauty and Planet, sebagai bagian dari industri kecantikan, untuk mendukung konservasi terumbu karang demi terciptanya bumi Indonesia yang lebih baik,” tutup Agung.



Sumber: BeritaSatu.com