Jasa Medivest Musnahkan 125 Ton Limbah Medis Covid-19

Jasa Medivest Musnahkan 125 Ton Limbah Medis Covid-19
Petugas sedang melakukan proses pemusnahan limbah medis B3 Covid-19 di Plant Dawuan milik Jasa Medivest - anak perusahaan BUMD Jasa Sarana (JS) Jawa Barat dan BUMD Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT). (Foto: Istimewa)
Happy Amanda Amalia / PYA Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:37 WIB

BANDUNG, Beritasatu.com – PT Jasa Medivest menyampaikan pada Jumat (10/7) bahwa per 30 Juni, pihaknya telah memusnahkan lebih dari 125 ton limbah B3 medis infeksius Covid-19 di Plant Dawuan milik Jasa Medivest – anak perusahaan BUMD Jasa Sarana (JS) Jawa Barat dan BUMD Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Sementara itu, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) yang disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pada 24 Juni, menyebutkan total limbah medis infeksius di Indonesia telah mencapai lebih dari 1.100 ton.

“Sampai 8 Juni 2020, terekam limbah medis dari seluruh Indonesia itu mencapai 1.100 ton lebih, ya mungkin 1.200 ton,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Menurut Siti, isu utama dalam hal limbah medis Covid-19, adalah mengenai penanganannya. Bahkan, sejak awal, KLHK telah meminta daerah untuk menangani limbah medis Covid-19 yang diorientasikan untuk secara khusus memutus mata rantai penularan virus corona Covid-19.

Menanggapi pernyataan menteri LHK, Direktur PT Jasa Medivest Olivia Allan mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan pemusnahan limbah medis Covid-19. “Begitu limbah datang ke plant, limbah langsung menuju antrian untuk dibakar. Kami juga memberi tanda dengan simbol/kemasan khusus, sehingga operator (karyawan) tidak lagi bersinggungan dengan limbah tersebut,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat.

Sehubungan dengan proses pengangkutan hingga bongkar limbah medis Covid-19, lanjut Olivia, Jasa Medivest telah memberlakukan SOP yang dirumuskan berdasar pada regulasi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mulai dari keharusan adanya surat tugas pengangkutan; kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi karyawan, seperti driver, senior office transportations dan helper yang bertugas; penimbangan limbah yang disaksikan oleh pihak penghasil limbah medis; lembar manifest yang harus ditandatangani berikut cap oleh penghasil limbah medis; dan lainnya.

Selain fokus pada pemusnahan limbah medis, Jasa Medivest ataupun anak perusahaannya – PT Jabar Laju Transindo – juga menyediakan wheeled bin sesuai dengan jumlah limbah yang timbul dari penghasil limbah medis, sebelum kemudian diangkut menggunakan armada yang telah memiliki izin operasi.

Terkait teknologi, Jasa Medivest secara khusus menggunakan teknologi insinerator dilengkapi dengan alat sistem pengendalian pencemaran udara sehingga emisi gas yang dikeluarkan memenuhi standar kualitas udara yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.

“Sampai saat ini, kami optimalkan dua insinerator dengan kapasitas masing-masing 12 ton per hari sehingga total kapasitas pengolahan sampai dengan saat ini adalah 24 ton per harinya. Pemusnahan berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air, melalui dua proses pembakaran. Pada ruang bakar pertama, temperatur 900-1000 derajat Celcius dan pada ruang bakar kedua temperatur 1.000-1.200 derajat Celcius. Limbah medis yang terbakar akan menyisakan residu atau abu yang jumlahnya sedikit. Kami juga memastikan residu pemusnahan ini ditimbun di sanitary landfill yang berizin,” demikian penjelasan Olivia

Di samping itu, Jasa Medivest mempunyai fasilitas tempat penyimpanan sementara limbah B3 dan cold storage berizin dari Pemerintah. Keseluruhan proses tersebut tercatat dalam neraca limbah B3 yang selanjutnya dilaporkan kepada KLHK RI, termasuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan lainnya.

Sebelumnya pada Mei 2020, Gubernur Ridwan Kamil mengunggah tulisan lewat akun Instagram-nya, bahwa Jawa Barat telah memiliki fasilitas berteknologi tinggi, pemusnah limbah medis Covid-19 berstandar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pemusnahan dilakukan di sarana Waste Management di Dawuan, Karawang, yang dikelola oleh PT Jasa Medivest, anak perusahaan dari Jasa Sarana (BUMD Jawa Barat),” demikian tulis Ridwan.

Selain berfokus pada penanganan limbah medis di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jasa Medivest mengelola limbah medis yang berasal dari Jawa Timur, Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jambi sampai dengan Maluku.



Sumber: PR