Kopi Indonesia Terbaik di Dunia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kopi Indonesia Terbaik di Dunia

Selasa, 14 November 2017 | 16:54 WIB
Oleh : Tri Listiyarini / GOR

JEMBER-Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan kopi Indonesia merupakan kopi terbaik di dunia, sehingga Indonesia memilki peluang menjadi penguasa kopi di dunia. "Ke depan saya kira Indonesia berpotensi menjadi penguasa kopi dunia karena cita rasa kopi kita sangat spesifik, bahkan branding kopi internasional yang ada selalu dicampur dengan kopi Indonesia," katanya usai menjadi pembicara dalam konferensi kopi internasional atau Jember International Coffee Conference (JICC) dan Robusta Fiesta 2017 di Jember, Jawa Timur, kemarin.

Menurut dia, Indonesia masih menduduki peringkat keempat dunia penghasil kopi setelah Brazil yang menempati urutan pertama, disusul Vietnam, dan Kolombia menduduki peringkat ketiga, sehingga produktivitas panen kopi di Indonesia juga harus dimaksimalkan. "Dari segi kualitas sebenarnya kopi Indonesia tidak kalah dengan berbagai kopi dari ketiga negara itu, bahkan bisa dikatakan kualitas kopi Indonesia yang terbaik di dunia," tuturnya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, produksi kopi di Indonesia rata-rata sekitar 600-700 kilogram per hektare (kg per ha), padahal potensi produksi kopi di Indonesia bisa mencapai 1,50 ton atau bahkan bisa menembus 3 ton per ha. "Sebagian besar kebun kopi di Indonesia dikelola oleh rakyat sekitar 70 persen, sedangkan sisanya kebun swasta atau perusahaan daerah dan nasional, sehingga potensi untuk ditingkatkan produktivitasnya masih bisa berkembang," katanya.

Bambang meminta kepada pihak universitas dan juga pemerintah daerah untuk mendukung terwujudnya mimpi Indonesia menjadi raja kopi dunia, apalagi Kementan akan fokus pada perkebunan pada tahun 2018 karena tahun sebelumnya fokus swasembada padi, jagung dan gula. "Perkebunan telah terbukti memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Bahkan, dari hasil penilaian Indonesia tahun 2016, perkebunan masih menduduki peringkat tertinggi untuk penyumbang Gross Domestic Product (GDP) yakni mencapai Rp 426 triliun dan nilai itu lebih tinggi dari minyak dan gas yang senilai Rp 369 triliun," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Santoso Wibowo Aksoro menyambut baik Universitas Jember menjadi salah satu universitas yang memiliki perhatian lebih terhadap kopi. "Kami berharap Universitas Jember bisa membuat cluster produk perkebunan kopi yakni integrasi riset mulai hulu hingga hilir. Bahkan jika perlu Jember memiliki industri kopi sendiri," tuturnya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS