Dirut Baru Pertamina Mempunyai Tugas Berat
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Dirut Baru Pertamina Mempunyai Tugas Berat

Rabu, 29 Agustus 2018 | 14:24 WIB
Oleh : GOR

Jakarta — Pengamat Energi dan Pertambangan dari Armila & Rako Eva A.Djauhari menyambut baik penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Dirut, Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama (Dirut) Pt Pertamina (Persero) yang baru.

Eva mengatakan, penunjukan itu memang tak boleh ditunda-tunda lagi. “Memang jangan kelamaan. Beliau juga orangnya banyak pengalaman kelola proyek-proyek besar di PLN. Banyak keputusan-keputusan strategis yang akan segera diambil,” ujar Eva di Jakarta, Rabu (29/8).

Eva mengatakan, sejumlah persoalan harus segera diselesaikan oleh Nicke diantaranya soal jual rugi Premium dan penolakan pembentukan holding BUMN minyak dan gas bumi oleh karyawan.

Dia mengatakan, Pertamina mengemban tugas menjalankan kebijakan harga jual eceran Premium dan Solar yang telah diputuskan tidak mengalami kenaikan.

“Sedangkan kita tahu harga minyak dunia sudah melewati US$65 per barel. Harga ini jauh di atas harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar US$ 48 per barel. Tahun depan, ICP diperkirakan rata-rata US$ 70 per barrel,” ujar Eva.

Eva mengatakan, ancaman lainnya, Pertamina menghadapi kurs rupiah yang terus melemah atas dolar AS. “Kita tahu bahwa kita sangat tergantung pada impor minyak yang harganya ikut naik. Pertamina harus nombok sebab harga Premium ditahan di level Rp 6.450 per liter dan Solar Rp5.150 per liter, “ imbuh Eva.

Peleburan
Pada bagian lain, Eva mengatakan, dirut baru harus segera menyelesaikan rencana peleburan Pertagas ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) yang dinilai menyebabkan laba Pertagas yang sebelumnya 100% milik Pertamina menjadi terkonsolidasi. Menurunnya laba bersih PGN merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang mengatur harga gas industri melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Pasal 3 peraturan yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 3 Mei 2016 tersebut menitahkan, harga gas bumi ditetapkan tidak lebih dari USD6 per MMBTU. Namun, jika harga gas bumi tidak dapat memenuhi keekonomian industri dan lebih tinggi dari USD6 per MMBTU, perusahaan distributor gas bumi seperti PGN juga harus menunggu penetapan harga tertinggi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dia mengatakan, tugas Pertamina juga semakin berat sebab selain berperan menjaga inflasi, perusahaan juga ke depan mesti menjaga porsi impor minyak mentah maupun BBM yang saat ini jumlahnya mencapai 734 ribu barel per hari (bph) demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tahun lalu, ujar Eva, defisit perdagangan minyak Indonesia mencapai US$ 14,7 miliar. Impor tersebut membuat rupiah terus mengalami pelemahan. “Juga cadangan devisa terkuras. Selain berat, banyak putusan-putusan strategis perusahaan dan manajerial segera diambil,” ucap Eva.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS