SGE Live dan Dian Sastro Edukasi Pentingnya Seni Bagi Anak Autis
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

SGE Live dan Dian Sastro Edukasi Pentingnya Seni Bagi Anak Autis

Kamis, 21 November 2019 | 08:25 WIB
Oleh : Indah Handayani / MAR

JAKARTA, Beritasatu.com - Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live), promotor ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’, berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya seni bagi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak dengan autisme. Kolaborasi digelar dalam rangka Hari Anak Sedunia, yang diperingati setiap 20 November.

Selain itu, SGE Live dan Dian Sastrowardoyo juga menggalang donasi untuk Sekolah Drisana, yaitu sekolah khusus anak dengan autisme. Penggalangan donasi ini dilakukan melalui penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo, dan hasil karya Prinka Dipa dan Nindhita, dua anak dengan autisme yang sukses berkarya dalam bidang seni.

Menurut data World Health Organization, dari 160 anak di dunia, setidaknya terdapat 1 anak dengan autisme, atau dalam istilah medis penyintas autism spectrum disorder (ASD). ASD adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penyintasnya dalam berkomunikasi dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Gejala ASD mulai ditemui sejak kanak-kanak, dan berlangsung hingga remaja bahkan dewasa.

Nuryanti Yamin, Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center mengatakan meskipun gejala ASD dapat ditemui pada masa kanak-kanak, hanya sebagian kecil anak dengan autisme yang dapat hidup mandiri hingga dewasa. Mayoritas anak dengan autisme memiliki kesulitan komunikasi dan bahasa tingkat parah, sehingga membutuhkan dukungan dan perawatan seumur hidup.

"Beberapa indikator pada anak dengan autisme adalah ekspresi wajah datar, tidak menggunakan bahasa tubuh, jarang memulai komunikasi, tidak meniru aksi atau suara, bicara sedikit atau tidak sama sekali, membeo kata, intonasi bicara aneh, tampak tidak mengerti kata, serta mengerti dan menggunakan kata secara terbatas," ungkapnya di sela konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/11).

Lebih lanjut Nuryanti menjelaskan oleh karena itu, intervensi sejak dini sangat penting dilakukan untuk mendorong perkembangan anak dengan autisme. Salah satu cara yang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan autisme adalah melalui kegiatan seni.

Manfaat kegiatan seni pada anak dengan autisme yaitu dapat digunakan untuk membantu masalah pemrosesan sensorik, seperti taktil (peraba) dan visual (pengelihatan), meningkatkan keterampilan motorik halus, sosial emosional seperti regulasi diri, memahami kapan harus bertindak atau tidak, dan kapan menuangkan ide, Ekspresi, anak dengan autisme menuangkan ide atau berekspresi sesuai dengan kesukaannya. Membantu anak dengan autisme menyelesaikan konflik yang tidak dapat diungkapkan secara verbal.

"Selain itu, manfaat lainnya adalah Adaptable, mampu diarahkan, meningkatkan kesadaran diri, dan mengurangi stres, Konsentrasi dalam menuntaskan pekerjaan, berpikir secara simbolis, Menawarkan komunikasi visual, Meningkatkan kemampuan untuk mengenali (dan merespons) ekspresi wajah," paparnya.

Mervi Sumali, Chief Executive Officer SGE Live mengatakan SGE Live turut mendukung anak dengan autisme untuk terus tumbuh dan berkembang melalui eksplorasi dan kolaborasi seni, salah satunya melalui ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’. Melalui pameran seni digital interaktif ini, para pengunjung, tidak terkecuali anak dengan autisme dapat berimajinasi dan mengekspresikan diri sebebas-bebasnya. "Selain mendorong anak dengan autisme untuk terus berkarya dalam seni, SGE Live bersama Dian Sastrowardoyo juga menggalang donasi untuk Sekolah Drisana, melalui penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo, serta Prinka Dipa dan Nindhita," ucapnya

Mervi menjelaskan pengunjung dapat berpartisipasi memberikan donasi, serta memperoleh 2 tanda mata secara pre-order, dengan syarat membeli minimal 2 tiket ’teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’. Adapun tanda mata ini dijual seharga Rp199.000 per buah mulai dari 20 November hingga 20 Desember mendatang. Keuntungan dari penjualan tanda mata tersebut akan didonasikan seluruhnya kepada Sekolah Drisana.

Dian Sastrowardoyo, Pekerja Seni dan Ibu dari anak dengan autisme menyambut baik inisiatif SGE Live dalam membantu tumbuh kembang anak dengan autisme melalui seni, serta penggalangan donasi untuk Sekolah Drisana. Anak dengan autisme, seperti halnya anak-anak normal lainnya, membutuhkan kasih sayang dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Namun, anak dengan autisme kerap dipandang sebelah mata, karena tidak dapat mengekspresikan emosinya seperti anak-anak normal. Meskipun begitu, kondisi anak dengan autisme bisa berangsur-angsur membaik jika ditangani sejak dini, salah satunya melalui terapi seni. Melalui seni, anak dengan autisme dapat lebih mudah beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung program penggalangan donasi untuk Sekolah Drisana ini, dan membantu anak-anak di sana untuk memperoleh masa depan yang lebih baik," kata Dian.

Zavnura Pingkan, Pendiri Sekolah Drisana mengatakan Sekolah Drisana adalah sekolah khusus anak dengan autisme yang sebagian besar muridnya berasal dari keluarga tidak mampu. Sekolah Drisana awalnya berdiri pada tahun 2014 dengan nama Sekolah Keana. Namun karena adanya keterbatasan biaya, Sekolah Keana mengalami penggusuran pada awal tahun 2019, dan berubah nama menjadi Sekolah Drisana. Saat ini Sekolah Drisana beroperasi dengan fasilitas belajar mengajar yang sangat terbatas. Sekolah Drisana memiliki 9 orang murid dan 4 orang guru yang harus bergiliran menggunakan ruangan kelas setiap harinya.

"Kami berharap melalui hasil penggalangan donasi oleh SGE Live dan Dian Sastrowardoyo, kami dapat meningkatkan sarana dan prasarana belajar di Sekolah Drisana, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan menyenangkan," tutup dia.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Membuat Makanan Sehat dengan Olivoila

Dengan karateristik dan keunggulan Olivoila, memang sangat baik menjadi salah satu produk untuk healthy lifestyle atau gaya hidup sehat.

GAYA HIDUP | 20 November 2019

Alimama Big Sate Buka Gerai Kedua di Neo Soho

Alimama Big Sate membuka gerai kedua, di Neo Soho Mal, The Food Hall Lt. LG, Rabu (20/11/2019).

GAYA HIDUP | 20 November 2019

Senayan Park Usung Konsep Lifestyle Mall

Senayan Park bukan shopping mall seperti yang lainnya.

GAYA HIDUP | 20 November 2019

Borobudur Marathon Menuju Mega Event 2020

Guna meningkatkan sport dan cultural tourism Tanah Air, Borobudur Marathon di Jawa Tengah dikemas menjadi Mega Event 2020.

GAYA HIDUP | 20 November 2019

Wardah Crystallure, Skincare Premium yang Mengandung Kristal Emas

Dalam satu rangkaian Wardah Crystallure terdapat tujuh produk perawatan kulit wajah yang berbeda.

GAYA HIDUP | 20 November 2019

Wisata Kuliner Dongkrak The Falatehan Hotel

Lokasi Hotel Falatehan sangat strategis untuk destinasi kuliner baik Indonesian food hingga Japanese food

GAYA HIDUP | 19 November 2019

Kegiatan Sosial Jadi Modal Puteri Indonesia 2019 Berlaga di Miss Universe

Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull siap berlaga di kontes ratu sejagad Miss Universe 2019 di Atlanta, Georgia, USA, pada 8 Desember 2019 mendatang.

GAYA HIDUP | 19 November 2019

Joglosemar Menjadi Destinasi Wisata Kebugaran di Indonesia

Joglosemar akan menjadi destinasi wisata kebugaran dalam paket wisata kesehatan di Indonesia.

GAYA HIDUP | 19 November 2019

Tidak Lama Lagi, Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan Dunia

Kemenparekraf bersama Kemkes bersinergi membuat pola perjalanan wisata kesehatan di Indonesia untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara.

GAYA HIDUP | 19 November 2019

Momentum Berwisata dan Investasi di Batam International Expo

Menyambut hari jadi ke-160, International Batam Expo 2019 digelar. Tak hanya sebagai tempat berwisata, tetapi momentum event ini tepat untuk berinvestasi.

GAYA HIDUP | 19 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS