Cordlife Tambah Kapasitas Penyimpanan Sel Punca Tali Pusat Terbesar di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Cordlife Tambah Kapasitas Penyimpanan Sel Punca Tali Pusat Terbesar di Indonesia

Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:55 WIB
Oleh : Mardiana Makmun / MAR

Jakarta, Beritasatu.com – PT.Cordlife Indonesia membuka fasilitas penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat terbesar di Indonesia. Bank darah tali pusat dan tali pusat (ari-ari) atau disebut sel punca ini memiliki kapasitas sebanyak 70 ribu unit.

“Sebelumnya, di Indonesia kami menyimpan 10 ribu unit darah tali pusat dan tali pusat bayi baru lahir, namun seiring meningkatnya kesadaran orang tua untuk menyimpan darah tali pusat dan tali pusat anaknya, kami memperbesar kapasitas penyimpanan hingga 70 ribu unit,” kata CEO Cordlife Group dan Direktur Ekesekutif Ms.Tan Poh Lan saat peresmian kantor baru Cordlife Indonesia di kawasan Bungur, Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Poh Lan menjelaskan, penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat merupakan komitmen jangka panjang orang tua terhadap kesehatan putra-puterinya. Sebagai informasi, darah tali pusat dan tali pusat adalah sel punca (stem cell) yang dapat dikembangbiakkan dan digunakan untuk pengobatan anak atau individu si pemilik darah tali pusat dan tali pusat tersebut.

“Stem cell atau sel punca dari darah tali pusat kebanyakan pasien digunakan di dunia medis untuk regenerasi darah dan sistem kekebalan tubuh setelah terjadi kerusakan akibat penyakit atau pengobatan medis, seperti kemoterapi atau terapi radiasi,” jelas Poh Lan.

“Berbagai penyakit dapat diobati menggunakan sel punca darah tali pusat dan tali pusat, di antaranya adalah kanker darah seperti leukemia dan multiple myeloma, lalu tumor padat seperti limfoma, juga neuroblastoma dan retinoblastoma, kelainan kekebalan tubuh, kelainan metabolisme, dan kelainan darah tidak ganas seperti thalassemia major,” papar dr.Li Ming Ming.

Selain itu, lanjut dr.Li Ming Ming, berbagai penyakit lain juga sedang diteliti kemungkinannya untuk dilakukan pengobatan menggunakan sel punca darah tali pusat atau tal pusat. Diantaranya adalah multiple sclerosis, cedera tulang belakang, degenerasi tulang rawan, radang sendi (rheumatoid arthritis), cerebal palsy, penyakit jantung iskemik, stroke, cedera otak traumatis, sirosis hati, alzheimer, parkinson, huntington, hingga systemic lupus erythematosus.

Berapa biaya penyimpanan darah tali pusat dan tali pusat di Cordlife? “Tidak mahal, dalam sebulan biayanya tidak lebih dari tiga gelas kopi yang dibeli di kafe,” ungkap Poh Lan tertawa.

Selain penambahan kapasitas penyimpanan darah tali pusat, Cordlife Indonesia, tambah CEO PT.Cordlife Persada dr. Retno Suprihatin, juga menyediakan layanan penyimpanan membran tali pusat dan pemeriksaan prapersalinan non invasif ibu hamil. “Pada pemeriksaan prapersalinan, darah ibu akan diambil 10 cc, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan apakah bayi berisiko menderita kelainan tertentu dan juga sekaligus bisa mendeteksi jenis kelamin. Ini memungkinkan bisa dideteksi karena dalam kandungan, DNA bayi bisa terlepas lewat darah di tali pusat dan selanjutnya bercampur dengan darah di tubuh ibu,” jelas dr.Retno Suprihatin.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Ahli Gizi: Susu Sapi Bisa Jadi Pilihan Menu Buka Puasa

Setelah seharian berpuasa, kita diasarankan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi. Salah satunya susu sapi yang banyak mengandung protein dan mineral.

KESEHATAN | 18 Mei 2019

Uji Coba Intervensi Gizi Spesifik Mampu Turunkan Prevalensi Stunting

Sebuah penelitian uji coba intervensi gizi spesifik di Desa Bayumundu memberikan harapan baru dalam mengatasi prevalensi stunting pada anak usia di bawah 2 tahu

KESEHATAN | 17 Mei 2019

Susu Mampu Gantikan Energi yang Hilang Saat Berpuasa

Minum segelas susu sapi saat berbuka bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama berpuasa.

KESEHATAN | 17 Mei 2019

YBTS Ajak Anggota SMB Penuhi Kebutuhan Nutrisi Keluarga

YBTS mendorong kesadaran "Mama-Mama" untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi keluarga.

KESEHATAN | 17 Mei 2019

Guru Besar IPB: Cacar Monyet Penyakit Eksotik

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penyakit Cacar Monyet.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Botol Susu

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih botol susu untuk si kecil.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Perokok Anak Capai 15,8 Juta di 2030, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di seluruh dunia.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Presiden Terpilih Didesak Naikkan Cukai Rokok Hingga 70%

Saat ini, rata-rata cukai rokok di Indonesia masih berkisar di angka 40%.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Tidak Perlu Panik, Cacar Monyet di Bawah Ebola dan MERS

Angka kematian penyakit ini relatif kecil, berkisar 1-10% dan umumnya pada penderita muda.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Paparan Cahaya LED Dapat Merusak Mata

Pengawas kesehatan Pemerintah Prancis mengatakan, pancaran cahaya biru pada bola lampu jenis LED dapat merusak retina mata dan mengganggu ritme tidur alami

KESEHATAN | 16 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS