Likuiditas Dinilai Makin Ketat, BTN Revisi Rencana Bisnis Bank
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Likuiditas Dinilai Makin Ketat, BTN Revisi Rencana Bisnis Bank

Jumat, 19 Juli 2019 | 16:39 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com – Perjalanan bisnis perbankan diperkirakan makin menantang hingga akhir tahun 2019. Asumsi ini dipicu oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dan domestik akibat imbas dari perang dagang, antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berkepanjangan.

Selain itu harga komoditas yang mengalami tren penurunan ikut berkontribusi pada kondisi ketidakpastian arah pasar keuangan.

Berdasarkan prediksi Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi global di 2019 hanya sebesar 2,6% lebih rendah dibandingkan prediksi awal sebesar 2,9%. Perlambatan tersebut direspon sejumlah Negara dengan kebijakan moneter yang berdampak pada industri perbankan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank BTN telah melakukan kajian ekonomi makro dengan mengubah asumsi makro, dimana pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih rendah dari asumsi awal, sehingga BI 7days reverse repo rate diperkirakan terus turun seiring dengan inflasi yang relatif stabil. Kajian internal tersebut mendasari perubahan bisnis Bank BTN.

“Penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) perlu dilakukan karena mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada dan melihat perkembangan industri perbankan dalam negeri yang cenderung mengalami pengetatan likuiditas,” papar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Maryono menjelaskan, ada sejumlah penyesuaian RBB dengan mempertimbangkan kinerja bisnis perseroan. Adapun perubahan RBB meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi akan berkisar 10%-12% , sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi juga tumbuh di level yang sama yaitu 10%-12%, dan aset ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 8%-10%.

“Target pertumbuhan DPK dan kredit kami masih di atas RBB industri perbankan yang berada di angka 9%-11% untuk kredit dan DPK yang hanya tumbuh 7% hingga 9%, kami optimistis kinerja Bank BTN tetap dalam jalurnya atau on track,” kata Maryono.

Sejumlah strategi dijalankan Bank BTN untuk meraup pendanaan dan meningkatkan pertumbuhan kredit. Untuk Pendanaan, Bank BTN melakukan kombinasi antara dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan deposito.

Maryono optimistis Bank BTN dapat mengejar pertumbuhan kredit pada paruh kedua tahun ini karena penyaluran kredit per Juni 2019 sudah sejalan dengan rencana perseroan. Adapun segmen kredit yang digenjot adalah KPR non subsidi, kredit komersil dan kredit konstruksi.

Stimulus pertumbuhan kredit pada semester kedua tahun ini, menurut Maryono, antara lain, kebijakan Bank Indonesia seperti pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) dan kemarin, BI juga telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate menjadi 5,75%, permintaan kredit terutama properti yang masih tinggi, serta stabilnya suhu politik pasca Pemilu Presiden lalu.

Lebih lanjut pada RBB, Maryono juga menyampaikan revisi dari target rasio perbankan diantaranya, Rasio Kecukupan Modal dan rasio kredit macet dengan tetap menyesuaikan dengan aturan regulator. Untuk Capital Adequate Ratio (CAR) ditargetkan Maryono bisa bertahan pada kisaran 17-19% dan Non Performing Loan atau NPL gross tetap dijaga di bawah 2,5%.

“Pengendalian NPL kami lakukan lewat pelelangan agunan yang tidak perform kepada developer maupun ke investor properti,” kata Maryono.

Sementara terkait dengan aksi korporasi, Bank BTN berkomitmen menjalankan rencana yang sudah ditetapkan diantaranya mengakuisisi Perusahaan Modal Ventura untuk menjadi “vehicle” untuk memiliki saham di LinkAja, dan akan menuntaskan akuisisi PT PNM Investment Management.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Ditutup Menguat 0,8% ke 6.456,5

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,83 persen (53,25 poin) ke kisaran 6.456,54.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Operator Telepon Asing Jual Kartu SIM Haji, Pemerintah Dinilai Kecolongan

Pihak operator Zain menggunakan modus pembagian kartu perdana kepada seluruh Jemaah Haji 2019 dan petugas haji yang hendak berangkat.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Perluas Pangsa Pasar Hand Sanitizer, Enesis Gandeng Tokopedia

Antis menjalin kerjasama secara ekslusif dengan Tokopedia sebagai upaya mengejar target pasar kalangan milenial.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Bursa Asia dan Eropa Kompak Menguat

Nikkei 225 Jepang naik 2 persen ke 21.466,99, Hang Seng Hong Kong naik 1,07 persen ke 28.765,4.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Pengembangan Blok Masela Jadi Perhatian Khusus Presiden

Kepala Negara berharap kegiatan eksplorasi di Blok Masela dapat diimplementasikan pada tahun 2027 mendatang.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Kebut RUU Minerba, Pemerintah Sinkronisasi Daftar Invetarisasi Masalah

Pemerintah dorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Kemdes PDTT Bekali Aparat Desa Hadapi Konflik Sosial

Aparat Desa dibekali pengetahuan konflik sosial.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Sesi I, IHSG Menguat Seiring Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,7 persen (41,84 poin) ke kisaran 6.445,1.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat ke Rp 13.904

Rupiah berada di level Rp 13.904 per dolar AS atau terapresiasi 56 poin (0,40 persen).

EKONOMI | 19 Juli 2019

AAUI Sampaikan Pentingnya Mitigasi Risiko pada Literasi Asuransi

Mitigasi risiko menjadi hal pertama yang harus dilakukan dalam memberikan literasi asurasi.

EKONOMI | 19 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS