Gelar Pameran, KPMI Harap Potensi Industri Syariah Tergarap Optimal
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Gelar Pameran, KPMI Harap Potensi Industri Syariah Tergarap Optimal

Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:57 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com – Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar terhadap perkembangan industri halal dan syariah. Sayangnya potensi itu belum tergarap optimal.

Mengacu pada data Global Islamic Economy Report tahun 2018 dan 2018, Indonesia tercatat hanya menempati peringkat 10 dari 15 negara dalam bidang ekonomi syariah. Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga tertinggal dari negara mayoritas nonmuslim seperti Thailand dan Australia.

Salah satu kendala lambatnya perkembangan ekonomi syariah ditengarai karena minimnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap industri halal serta gaya hidup halal.

Kondisi itu menjadi perhatian sejumlah lembaga yakni, Lima Event, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII) dan Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT).

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap industri halal sekaligus memacu gaya hidup halal, empat lembaga tersebut menggelar pameran industri dan gaya hidup halal bertajuk Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre pada 30 Agustus 2019 hingga 1 September 2019.

Ketua KPMI, Rachmat Surtanas Marpaung mengatakan, pameran ini akan menampilkan produk-produk halal dari 8 sektor yaitu sekolah berbasis islam, modest fashion, halal food, halal travel, sharia property, halal cosmetic, halal media dan startup berbasis syariah.

Acara ini sekaligus juga sebagai wahana edukasi dan sosialisasi umat Islam mengenali kembali esensi konsep halal yang sepenuhnya dapat diaplikasikan dalam segala sendi kehidupan. Karena menurutnya ekonomi halal telah diakui dunia dapat menggerakan perekonomian secara signifikan.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha muslim terhadap Indonesia yang sedang mempersiapkan sebagai tuan rumah ekonomi dan keuangan syariah tahun 2024. KPMI berupaya merespon semua insiatif sekaligus mengkaji kasus-kasus muamalah kontemporer, seperti fintech syariah, properti syariah, kebab syariah, dan koperasi syariah. Belum lagi soal produk keuangan kontemporer seperti gopay, OVO, e-money bagaimana tinjauan syariahnya sehingga umat tidak bingung,”” jelas Rachmat yang dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Beritasatu.com, Rabu (21/8/2019).

Selain itu menurutnya acara ini merupakan upaya komunitas yang beranggotakan 4.200 pengusaha ini dalam menumbuhkan semangat entrepreneurship bagi masyarakat.

Dalam pameran ini, disuguhkan juga serangkaian seminar dan workshop bisnis antara lain pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, sertifikat halal, HAKI, ISO dan sebagainya. Selain itu, pameran ini diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan yang luas bagi pengusaha yang ingin berkembang lewat forum bisnis, investor forum dan business matching dengan internasional buyers. Bagi para startup, bisa memanfaatkan kesempatan mengikuti ajang kompetisi social entrepreneurship.

Sementara untuk kalangan muslimah, disuguhkan kegiatan hijabbers gathering yang akan mengupas tuntas soal karya dan kreativitas muslimah dalam menghidupkan gaya hidup halal. Mengingat bisnis busana muslim memiliki prospek yang sangat cerah.

Sejumlah perusahaan juga membuka kesempatan “Job Fair” bagi pencari kerja yang ingin menimba karir. Sedangkan LPPOM MUI mengadakan Olimpiade Halal yang rencananya akan diikuti oleh 2.000 siswa SMA/sederajat se-Jakarta.

Bagi para orang tua yang ingin mengenal lebih dalam tentang pendidikan Islam yang berorientasi global, PULDAPIA menghadirkan Islamic Education Fair yang menampilkan lebih dari 50 sekolah berbasis Islam. Pameran ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam pendidikan tinggi Islam yang kini berkembang dinamis untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja yang lebih meluas lagi.

Untuk makanan dan minuman, ada Pusat Jajajanan Halal. Yang unik di sini, pengunjung akan diperkenalkan profesi khusus untuk peracik makanan halal yang ternyata juga telah mendapatkan sertifikasi kompetensi food handler. Seluruh tenant yang terlibat di Pesta Jajanan Halal produknya telah memiliki sertifikasi Halal MUI atau sedang dalam proses finalisasi pengurusannya.

“Pameran ini menggabungkan konsep B to C dan B to B yang konfrehensif langsung menyentuh segala aspek kehidupan muslim. Kami berharap insya Allah Indonesia Muslim Lifefest dapat menjadi ajang berbagai lini bisnis syariah berkumpul untuk bersama memajukan industry syariah Indonesia dan bisa menjadi trend setter pameran industri halal di Indonesia,” ungkap Direktur Lima Armada Utama, Lia Indrasari.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Genjot Pangsa Pasar, MECCAYA Pharmaceutical Pacu Kapasitas Produksi 150%

MECCAYA Pharmaceutical merogoh kocek sebesar Rp 50 miliar untuk perluasan kapasitas produksi dan peremajaan mesin produksi tahun 2019.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Tren Budget Traveller Dongkrak Bisnis Hotel

Budget travel merupakan bentuk wisata yang menempatkan anggaran sebagai pertimbangan penting, terutama dalam memilih akomodasi dan transportasi terjangkau.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Emas Antam Naik Jadi Rp 756.000 Per Gram

Pukul 09.20 WIB pagi ini, harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 756.000 per gram.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Bursa Saham Jepang Turun, Hang Seng dan Kospi Menguat

Indeks Shanghai composite naik 2,38 (0,09 persen) menjadi 2.882.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Dibuka Melemah, IHSG Perlahan di Zona Positif

Pukul 09.10 WIB, IHSG berbalik naik 7,5 poin (0,12 persen) menjadi 6.308.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Harga Minyak Stabil Didukung Meredanya Ketegangan Perdagangan

Minyak Brent naik 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 60,03 per barel.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Awal Sesi, Rupiah Naik di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.262 - Rp 14.275 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Komisi X Jaring Masukan RUU Ekraf di Jatim

Pelaku ekonomi kreatif ingin pemerintah mempermudah proses pendaftaran serta menyediakan program khusus.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Hak Cipta Jadi Kendala Pengembangan Ekraf

Hak cipta menjadi hal penting bagi pelaku ekraf demi keberlangsungan industri mereka.

EKONOMI | 21 Agustus 2019

Gandeng Prudential, Tokopedia Hadirkan Pembayaran Premi Asuransi Online

Tokopedia terus memberdayakan kemajuan teknologi untuk mendukung program cashless society.

EKONOMI | 21 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS