Perbankan Nilai Relaksasi LTV Akan Dorong Permintaan KPR Non Subsidi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Perbankan Nilai Relaksasi LTV Akan Dorong Permintaan KPR Non Subsidi

Jumat, 20 September 2019 | 13:40 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com – Perbankan menyambut positif sejumlah kebijakan moneter yang digulirkan Bank Indonesia dalam rangka memacu pembiayaan hunian bagi masyarakat.

Kebijakan moneter tersebut yaitu, penurunan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (DRRR) menjadi 5,25% atau turun sebesar 25 basis poin. Ini merupakan kali ketiga BI memangkas BI 7DRRR sejak Juli 2019.

Selain stimulus penurunan suku bunga, BI memberikan relaksasi Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko).

Bagi perbankan, relaksasi ini akan membuat uang muka yang dibayar debitur Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) atau properti lainnya berkurang. Semakin longgar atau besar rasio LTV maka makin kecil uang muka atau DP yang disediakan konsumen.

Pandangan ini diungkapkan oleh Direktur Consumer Bangking PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Budi Satria. Menurutnya relaksasi yang mulai berlaku pada 2 Desember 2019 tersebut merupakan angin segar bagi perbankan. Sementara bagi masyarakat akan meringankan dalam mengakses pembiayaan hunian khususnya KPR Non Subsidi.

“Bank Indonesia mempermudah masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan dengan memperbesar LTV untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya, juga membebaskan LTV untuk rumah pertama. Bebijakan BI patut diapresiasi karena saat ini pembelian properti agak melandai dan berdampak pada penyaluran KPR khususnya KPR non subsidi,” kata Budi di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Lebih jauh Budi menilai, sektor properti yang terhubung dengan 170 industri lainnya akan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang diproyeksi BI mencapai 5,1-5,5%.

Sinyal perlambatan pertumbuhan properti sudah terlihat pada bulan Juli 2019, sehingga BI mengambil kebijakan relaksasi LTV. Berdasarkan Analisis Uang Beredar yang dirilis BI, pertumbuhan kredit properti melambat per Juli 2019 hanya tumbuh 15,9% (yoy) sementara bulan Juni tumbuh 16,2% (yoy).

Pertumbuhan kredit properti diperlambat oleh rendahnya pertumbuhan KPR dan KPA. Per Juli 2019, KPR dan KPA tumbuh 12,3% (yoy) melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,8 % (yoy). Diakuinya perlambatan kredit secara umum yang dialami perbankan juga dialami oleh Bank BTN. Per Juli 2019, emiten dengan kode saham BBTN ini mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 18,03% (yoy) padahal Juni 2019, kredit tumbuh 18,78% (yoy).

“Relaksasi LTV ini akan berpengaruh tidak hanya bagi pembeli rumah pertama, tapi juga investment buyers karena dapat dengan mudah dan cepat membeli properti kedua, ketiga dan seterusnya untuk dijadikan portofolio investasinya,” kata Budi menambahkan.

Sebelum kebijakan relaksasi LTV digulirkan BI, Bank BTN mengaku berupaya memberikan kemudahan bagi konsumen. Lewat strategi marketing yang digalang dengan bersinergi bersama BUMN Properti diantaranya Perumnas, PT PP Properti, PT Waskita Karya Realty dan sebagainya.

Program promosi seperti Uang Muka ringan, suku bunga kredit yang murah dan tenor yang lama menjadi andalan Bank BTN meraup minat konsumen. Nah, dengan tambahan kebijakan relaksasi LTV ini menurutnya tentu akan ditangkap Bank BTN untuk mendongkrak penyaluran KPR terutama segmen KPR non subsidi.

“Tahun 2020 ketika relaksasi LTV mulai berdampak, Bank BTN sudah siap karena sudah merangkul BUMN Properti maupun swasta untuk bekerjasama mengembangkan strategi promosi yang makin memudahkan masyarakat berinvestasi di segmen properti,” kata Budi.

Menurut Budi relaksasi LTV, selain mempermudah konsumen juga membantu developer karena penjualan rumah menjadi lebih mudah, sebelumnya pada Juni 2018, pengembang juga lebih mudah mendapatkan pencairan kredit memberikan persyaratan yang lebih terutama pembelian rumah inden dengan KPR Inden.

“Pengembang mendapat pencairan kredit lebih cepat dan mudah, penjualan rumah lebih lancar sehingga likuiditas developer lebih baik,” pungkasnya.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Pemerintah terus bangun jalan dan jembatan.

EKONOMI | 20 September 2019

JGC Jadi Hunian Pilihan Konsumen di Jakarta Timur

JGC meraih penghargaan 'Best Township Masterplan Design' di ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019.

EKONOMI | 20 September 2019

Kota Batam Siapkan One Batam Mall Jadi Destinasi Baru

One Batam Mall memiliki luas 4,5 Hekare, gross area mall 170,000 m2.

EKONOMI | 20 September 2019

ModernCikande Raih Predikat Best Industrial Estate Development

ModenCikande Industrial Estate berhasil meraih penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2019.

EKONOMI | 20 September 2019

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,4% ke 6.217

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,4 persen ke kisaran 6.217,33.

EKONOMI | 20 September 2019

Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 14.075

Rupiah berada di level Rp 14.075 per dolar AS atau terdepresiasi 15 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 20 September 2019

Bappenas: Sekarang Kesempatan Terbaik Indonesia Jadi Negara Maju

“Inilah saat terbaik bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Saat ini, posisi kita masih upper middle country," kata Bambang Brodjonegoro.

EKONOMI | 20 September 2019

Harga Emas Antam Naik ke Rp 756.000 per Gram

Harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta Rp 756.000 per gram, atau naik Rp 4.000.

EKONOMI | 20 September 2019

Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 14.080

Rupiah berada di level Rp 14.082,5 per dolar AS atau terdepresiasi 22,5 poin (0,16 persen).

EKONOMI | 20 September 2019

IHSG Dibuka Melemah Tipis, Bursa Asia Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,1 persen ke kisaran 6.236,96.

EKONOMI | 20 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS