Bisnis Properti Dinilai Prospektif, Generasi Milenial Didorong Jadi Pengembang
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Bisnis Properti Dinilai Prospektif, Generasi Milenial Didorong Jadi Pengembang

Selasa, 1 Oktober 2019 | 19:10 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Surabaya, Beritasatu.com – Pengembangan minat generasi muda untuk bergelut di bisnis properti merupakan kunci bagi pertumbuhan sektor perumahan. Sebagai penyalur pembiayaan hunian, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memahami kondisi tersebut.

Untuk itu, disampaikan Direktur Legal, Risk and Compliance BTN, R Mahelan Prabantarikso, BTN berkomitmen terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti.

Edukasi yang dilakukan, salah satunya dalam bentuk kuliah umum di kampus-kampus. Diantaranya di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang digelar, Selasa (1/10/2019).

Program lain yang sangat penting menurutnya melakukan pengembangan wirausaha melalui School of Property dan Mini MBA of Property. "Hasilnya sangat efektif. D ari survei, setidaknya 70% sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan," ujar Mahelan sebagaimana dikutip dalam keterangan resminya.

Lebih jauh menurutnya, dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40% terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut BTN pun antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah.

"Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan. Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti," tegasnya.

Masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan supply. Terkait itu BTN aktif menjadi integrator baik dari sisi pembiayaan, menciptakan demand dan menyediakan supply.

"Dari sisi supply jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih kurang. Sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya dari generasi muda," tambahnya.

Dari prospek yang ada, lanjut dia, maka potensi untuk pengembangan wirausaha dibidang properti masih cukup besar. Apalagi jumlah pengusaha baru 2,8% dari jumlah penduduk. Sehingga perlu di dorong banyak anak muda untuk berminat menjadi pengusaha.

Sebagai catatan, sejak tahun 2016, Bank BTN concern menciptakan wirausaha muda di sektor properti. Hal ini diawali dengan program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) Bank BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Menurut Mahelan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan, hingga akhir Desember 2018, HFC BTN telah mencetak 3.500 calon wirausaha muda di bidang properti.

Sedangkan dari jumlah tersebut yang berhasil mendapatkan kredit dari Bank BTN sekitar 20%-30%. “Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1.000 calon developer (pengembang),” tegasnya.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Over Kuota Solar Subsidi, PR Jokowi di Periode Kedua

BPH Migas telah mencabut aturan pengendalian penyaluran Solar subsidi.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Indosat Ooredoo Pacu Bisnis Layanan Data

Indosat Ooredoo meluncurkan paket Freedom Internet untuk mendorong jumlah pengguna baru.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Grab Perluas Layanan GrabWheels ke Kampus ITB

Grab memperluas penggunaan GrabWheels sebagai moda transportasi ramah lingkungan di ITB.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Kemhub Apresiasi Garuda-Sriwijaya Lanjutkan Kerja Sama

Kemhub mengapresiasi kembali terjalinnya kerja sama manajemen (KSM) antara Grup Sriwijaya dan Grup Garuda Indonesia.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Rupiah Ditutup Turun 20 Poin Selaras Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.188- Rp 14.217 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

IHSG Ditutup Tergerus 30 Poin ke 6.138

Sebanyak 184 saham menguat, 274 saham melemah, dan 132 saham stagnan.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Penjualan Susu Enfa Meningkat Lewat Shopee

Penting bagi ibu memberikan asupan sesuai kebutuhan anak agar dapat menjadi anak yang sehat dan cerdas.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Menpupera: Pembangunan Infrastruktur Tingkatkan Daya Saing

Peringkat daya saing infrastrutur Indonesia terus mengalami peningkatan.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Total Rekening Bank Agustus Naik, Namun Simpanannya Turun

Untuk simpanan dengan nilai saldo di atas Rp 2 miliar, jumlah rekeningnya juga naik 0,36 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Moodys Peringatkan Risiko Gagal Bayar Korporasi RI, Ini Kata Sri Mulyani

Penilaian Moodys tersebut dapat menjadi peringatan dini sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan di perusahaan.

EKONOMI | 1 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS