Yayasan Helping Hands Siapkan Program Bela Hak Penyandang Disabilitas
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Yayasan Helping Hands Siapkan Program Bela Hak Penyandang Disabilitas

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:01 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia diharapkan jadi momentum semua pihak untuk memberikan kesempatan bagi warga negara penyandang disabilitas agar bebas berkarya dan berkreasi dalam membangun Indonesia.

Yayasan Helping Hands (YHH) menilai, meski telah merdeka selama 74 tahun, banyak penyandang disabilitas yang terbelenggu dalam kesehariannya. Berbagai stigma pun mereka terima, bahkan terkadang berujung pada semakin terbatasnya ruang gerak mereka di tengah masyarakat.

“Karena itu, harus ada gerakan aksi nyata untuk membantu saudara-saudari kita yang hidup dengan disabilitas agar bisa berjalan beriringan dengan setara bersama seluruh lapisan masyarakat, untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ujar Wendy Kusumowidagdo, Direktur Eksekutif Yayasan Helping Hands pada acara Media Gathering di Jakarta, Rabu (14/8/2019)

Berangkat dari kondisi tadi, YHH hadir untuk turut mendampingi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang setara dengan anak-anak bangsa lainnya untuk turut membangun Indonesia.

“Slogan "Disabilitas Bukan Halangan", yang diusung Yayasan Helping Hands sejak awal berdiri dimaknai para pendiri Yayasan sebagai sebuah keyakinan, bahwa disabilitas bukan halangan untuk maju, dan bukan halangan untuk maju bersama, ujarnya.

Dalam diskusi tersebut diungkapkan, salah satu fokus aktivitas YHH adalah memperjuangkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan formal. Menurutnya baru sekitar 1,2% penyandang disabilitas yang berhasil ditempatkan dalam sektor tenaga kerja formal.

“Padahal, UU No. 8 Tahun 2016 mewajibkan Perusahaan Swasta mempekerjakan paling sedikit 1%, Pemerintah, Pemda, BUMN dan BUMD mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas di sektor formal tadi, YHH pun berupaya menjadi jembatan antara dunia disabilitas dengan non-disabilitas.

“Dengan orang lebih mengenal seseorang yang difabel, memahami kemampuan, kelemahan, kebutuhan, kesamaan, perbedaannya, kami berharap ia akan lebih mau berupaya memberi dampak bagi komunitas difabel,” papar Willy Suwandi Dharma, salah satu pendiri Yayasan Helping Hands dalam kesempatan serupa.

Adapun dalam membangun jembatan kesetaraan dan kebersamaan, YHH menggunakan Metodologi Program berbasis empat elemen, Edukatif, Inklusif, Partisipatif dan Eksperensial. Keempat elemen tersebut selanjutnya diwujudkan dalam tiga Pilar Program Utama Yayasan, yakni Pendidikan Alam, Pendidikan Olah Raga dan Pengalaman Profesional.

Tiga pilar program itu yang kemudian dijalankan oleh para anak muda penyandang disabilitas yang menjadi peserta didik YHH.

“Dalam setiap geraknya, Yayasan Helping Hands selalu menyatukan anak-anak muda penyandang disabilitas dengan non-disabilitas. Melalui ketiga Pilar program, kita berupaya menyatukan anak muda disabilitas dengan non disabilitas ke dalam berbagai pelatihan nonformal. Kami percaya, melalui pelatihan bersama itu para penyandang disabilitas dan nondisabilitas akan berinteraksi sekaligus meresapi nilai-nilai yang diusung YHH, yakni toleransi, empati, kepemimpinan dan kerja sama yang akan membuka ruang kebersamaan yang lebih luas lagi kedepannya,” jelas Wendy.

Sementara di Pilar ketiga, Pengalaman Profesional, yang bertajuk Leadership Inclusive Taining (LIT), YHH membawa para siswa-siswi Sekolah Luar Biasa ke berbagai perusahaan untuk merasakan pengalaman pelatihan bersama dengan pekerja profesional.

Gandeng BCA

Salah satu program LIT yang akan dijalankan menurut Wendi yaitu kerja sama dengan Bank BCA pada tanggal 20 Agustus 2019.

Kegiatan yan digelar dalam memeriahkan HUT ke-74 RI tersebut akan diikuti oleh 15 anak tunanetra. Mereka akan dibawa ke fasilitas unit kerja Halo BCA di BSD, Tangerang.

Nantinya, 15 anak itu akan ditandem dengan 15 karyawan BCA dalam sebuah pairing program, 3-4 jam. “Kami harap melalui program tersebut di sisi anak disabilitas akan menumbuhkan kepercayaan diri untuk berinteraksi dan berkarya di dunia professional, sementara di sisi karyawan akan menumbuhkan empati yang kami harapkan ke depannya akan dapat memperluas wawasan mereka agar lebih inklusif dan ramah disabilitas, siapa tahu juga dapat membuka ruang kesempatan untuk bekerja bersama lebih lanjut dengan penyandang disabilitas di perusahaan,” terang Wendy.

Selain kepada perusahaan, YHH juga menawarkan berbagai programnya ke berbagai sekolah, seperti pelatihan pada Sekolah Umum dan Perusahaan. “Oleh Perusahaan, program ini bisa dinilai sebagai Corporate Social Responsibility (CSR), juga sebagai program Pelatihan dan Pengembangan SDM. Sehingga memberi manfaat dan nilai tambah besar bagi Perusahaan,” ujar Willy.

Sementara bagi sekolah, program YHH menurut Willy masuk sebagai program pengabdian masyarakat. Hal ini penting bagi anak-anak muda Indonesia, agar kepekaan, nilai toleransi dan kemasyarakatan lebih meningkat,” urai Willy Suwandi Dharma.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Presiden Minta Pemda Beri Perhatian Penuh ke Pramuka

"Gerakan pramuka membentuk manusia-manusia Pancasila yang tangguh yang tahan banting dan berakhlak mulia," ujar Jokowi.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Irwandi Yusuf

Majelis Hakim PT DKI menjatuhkan hukuman delapan tahun pidana penjara. Sebelumnya Irwandi dijatuhkan hukuman tujuh tahun.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

KPK Masih Belum Terima Salinan Putusan Kasasi Syafruddin

Salinan putusan itu penting bagi KPK untuk menentukan langkah hukum berikutnya atas putusan MA yang melepaskan Syafruddin.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

KPK Pertimbangkan JC yang Diajukan Bowo Sidik

Sikap kooperatif Bowo selama persidangan akan jadi pertimbangan KPK untuk mengabulkan permohonan JC tersebut.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

Paskibraka Nasional 2019 Gladi Kotor Kedua di Istana Negara

Sebanyak 68 anggota Paskibraka Nasional 2019 yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti geladi kotor di Istana Negara, Jakarta.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

Bowo Sidik Juga Didakwa Terima Suap dari Dirut PT Ardila Insan Sejahtera

Jaksa KPK juga mendakwa Bowo telah menerima suap sebesar Rp300 juta dari Direktur Utama (Dirut) PT Ardila Insan Sejahtera, Lamidi Jimat.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

JK Tegaskan Tugas TNI dan Polri Bukan Hanya Menjaga Keamanan

Tugas TNI dan Polri saat ini sudah sangat luas dan menyebar ke sejumlah sektor.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

Bowo Sidik Terima Gratifikasi SGD 700.000 dan Rp 600 Juta

Gratifikasi yang diterima Bowo sejak 2016 hingga 2018 ini terkait PLN hingga Munas Golkar.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

Ini Pencapaian DPRD Provinsi Maluku Periode 2014-2019

DPRD Maluku memaparkan sejumlah produk yang dihasilkan selama periode 2014-2019.

NASIONAL | 14 Agustus 2019

2020, SMA/SMK di Jateng Gratis untuk Siswa Miskin

2020, anak miskin di Jawa Tengah (Jateng) akan mendapatkan sekolah gratis.

NASIONAL | 14 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS