Penangkaran Burung Kicau Hasilkan Perputaran Uang Rp 1,7 T Per Tahun

Penangkaran Burung Kicau Hasilkan Perputaran Uang Rp 1,7 T Per Tahun
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri LHK, Siti Nurbaya (tengah) melepaskan burung di sela Festival dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional dan memperebutkan Piala Presiden di Kebun Raya Bogor, 11 Maret 2018. ( Foto: Biro Pers Media Kepresidenan )
Vento Saudale / WBP Minggu, 11 Maret 2018 | 13:20 WIB

Bogor - Peningkatan penangkaran burung kicau sangat pesat di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hasil penangkaran burung di Indonesia menggerakan ekonomi dengan nilai mencapai Rp 1,7 triliun per tahun.

"Dari sisi penangkaran burung kicau. Perputaran uang mencapai Rp 1,7 trilun per tahun. Nilai ekonomi itu dilihat dari penyediaan pakan, sangkar, hingga obat-obatan," kata Presiden Jokowi saat menghadiri Festival Burung Kicau Piala Presiden 2018 di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/3). Dalam acara tersebut, sebanyak 3.000 burung mengikuti 30 kelas yang dilombakan untuk mendapatkan Piala Presiden.

Jokowi mengungkapkan, berdasarkan laporan, spesies burung di Indonesia mencapai 1.660-an yang merupakan kekayaan di Indonesia.

"Informasi yang diberikan kepada saya ada 1.660-an spesies jenis burung yang ada di negara kita. Jelas sebuah kekayaan yang besar diberikan Allah kepada kita," ungkap Jokowi.

Dia mengatakan, dengan festival burung kicau tersebut, dapat memberikan ruang kepada pencinta burung untuk menyalurkan hobinya.

Jokowi mengaku di seputar Istana Bogor makin banyak spesies burung, mulai kutilang, dan jalak uren yang sengaja dilepasliarkan.

"Saya ini penikmat burung kicau. Di seputar sini, sekarang sudah banyak jenis burung liar," Presiden Jokowi menambahkan.

Ia berharap, dengan banyaknya penangkaan burung kicau, ikut serta dalam pelestarian burung di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com