Tersangka Skimming Masuk Indonesia Pakai Visa Kunjungan

Tersangka Skimming Masuk Indonesia Pakai Visa Kunjungan
Iliev Dimitar Nikolov (baju oranye), warga Bulgaria, pelaku skimming di ATM yang diamankan Bareskrim. (Foto: Farouk Arnaz)
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 20 Maret 2018 | 13:59 WIB

Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membekuk enam orang sindikat kejahatan pembobol rekening nasabah menggunakan modus skimming. Lima di antaranya merupakan warga negara asing yang masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan.

"Kasus skimming beberapa sudah kami tangkap yang kebetulan para tersangkanya adalah dari warga negara asing rata-rata dari Eropa Timur, dan semua ini masuk ke Indonesia menggunakan visa turis. Jadi menggunakan visa kunjungan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (20/3).

Dikatakan, sindikat ini sudah memiliki rencana dari negaranya untuk melakukan kejahatan skimming di Indonesia.

"Kemudian warga negara asing yang masuk ke Indonesia ini, merekrut atau merangkul warga negara Indonesia dengan harapan bahwa dia bisa menerjemahkan, sebagai petunjuk kota-kota di Indonesia mana saja. Jadi dia (WNI) ini yang akan memberikan informasi," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik nanti akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi sehingga bisa bekerja sama dalam mengatasi kejahatan skimming, termasuk juga dengan Interpol Indonesia.

"Tentunya nanti kami juga akan berkoordinasi dengan Interpol Indonesia, kita akan minta, kami akan komunikasikan apakah yang bersangkutan itu mempunyai catatan kriminal di negaranya. Nanti kami komunikasi dengan Interpol," katanya.

Sebelumnya, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pelaku pembobol rekening nasabah bank dengan modus skimming jaringan internasional. Awalnya ada lima tersangka yang ditangkap antara lain berinisial CAS -Rumania-, RK -Rumania, IRL -Rumania-, FH -Hungaria, dan MK -Indonesia-. Belakangan, polisi kembali menangkap tersangka BKV asal Bulgaria yang merupakan satu bagian dari sindikat sebelumnya.

Diketahui, para pelaku berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Ada yang memesan alat-alat kejahatan berupa alat skimming, kamera, software dan lainnya, kemudian ada yang bertugas sebagai operasional atau memasang alat di mesin ATM, dan pengambil uang hasil kejahatan.



Sumber: BeritaSatu.com