Polisi Kembangkan Pengungkapan Kasus Skimming

Polisi Kembangkan Pengungkapan Kasus Skimming
Iliev Dimitar Nikolov (baju oranye), warga Bulgaria, pelaku skimming di ATM yang diamankan Bareskrim. (Foto: Farouk Arnaz)
Bayu Marhaenjati / JAS Rabu, 21 Maret 2018 | 16:09 WIB

Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, terus melakukan pengembangan terkait pengungkapan sindikat internasional pelaku kejahatan pembobol nasabah bank dengan modus skimming. Diduga, enam orang tersangka yang sudah ditangkap memiliki hubungan dengan pelaku lain yang diamankan di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Tim kami sedang berangkat keliling Jawa, Bali, dan NTT (Nusa Tenggara Timur) berkoordinasi dengan polisi setempat. Saya kira apa yang terjadi di Surabaya sedang kami dalami itu terkait dengan apakah dia kelompok 1, 2 atau 3," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta, Rabu (21/3).

Dikatakan, enam tersangka skimming yang ditangkap penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, telah menargetkan membobol data nasabah puluhan bank. Ada ribuan kartu ATM yang disita polisi.

"Sementara ada 64 bank yang memang sudah disiapkan oleh tersangka untuk diambil (data dan uangnya). Ada 1.400 kartu di mana sekitar 1200-nya kartu dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri," ungkapnya.

Merespons maraknya skimming, polisi akan mendorong pihak Bank Indonesia agar berkoordinasi dengan persatuan bank di Asia untuk mengantisipasi tindak kejahatan ini. "Kami akan mendorong BI berkoordinasi dengan persatuan bank di Asia. Karena ini tidak terjadi di Indonesia, tapi di beberapa negara di Asia dan Eropa," katanya.

Selain itu, tambahnya, polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak keamanan bandara untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang dan barang.

"Jadi alat-alat yang kami sita dari tersangka ini akan kami foto, kemudian kirim ke Imigrasi. Sehingga apabila ada seseorang membawa alat ini bisa diinformasikan kepada kami," jelasnya.

Sebelumnya, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pelaku pembobol rekening nasabah bank dengan modus skimming jaringan internasional. Awalnya ada lima tersangka yang ditangkap antara lain berinisial CAS, RK, IRL (semuanya asal Rumania), FH (Hungaria), dan MK (Indonesia). Belakangan, polisi kembali menangkap tersangka BKV asal Bulgaria yang merupakan satu bagian dari sindikat sebelumnya.

Diketahui, para pelaku berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Ada kelompok yang memesan alat-alat kejahatan berupa alat skimming, kamera, software, dan lainnya; kemudian ada kelompok yang bertugas sebagai operasional atau memasang alat di mesin ATM; dan kelompok mengambil uang hasil kejahatan.



Sumber: BeritaSatu.com