Kasus Skimming, Polres Bandara Tingkatkan Pengawasan

Kasus Skimming, Polres Bandara Tingkatkan Pengawasan
Ratusan kartu ATM kloning hasil skimming. (Foto: BeritaSatu.com/Farouk Arnaz)
Bayu Marhaenjati / FER Rabu, 21 Maret 2018 | 17:38 WIB

Jakarta - Polresta Bandara Soekarno-Hatta bakal berkoordinasi dengan Bea Cukai, Imigrasi dan Angkasa Pura untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang serta barang yang masuk dari luar negeri guna mengantisipasi tindak kejahatan, termasuk kasus pembobolan rekening nasabah bank dengan modus skimming.

"Perketat dong jelas, kami perketat pengamanan. Kami tingkatkan pengawasan, proses pemeriksaan baik orang dan barang di keberangkatan khususnya kedatangan dari luar," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Polisi Akhmad Yusep Gunawan, di Jakarta,Rabu (21/3).

Dikatakan, peningkatan pengawasan dilakukan merespon ada beberapa peristiwa tindak kejahatan yang perlu mendapatkan perhatian. Semisal, kasus skimming, narkoba, maupun dokumen palsu seperti yang diungkap pihak Imigrasi beberapa waktu lalu.

"Pelaku tindak pidana dokumen palsu kemarin diungkap Imigrasi, dikembangkan itu sampai di luar bandara karena para pelaku melawan, tapi dapat ditangani oleh Imigrasi dan Polri," ungkapnya.

Menyoal apakah kalau ada alat skimmer yang masuk akan diperketat atau ditanyakan asal-usulnya, Akhmad menuturkan, pihak Bea Cukai akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang.

"Pihak Bea Cukai akan lakukan pemeriksaan intensif terhadap barang masuk, khususnya pada jam-jam tertentu, tertutama kedatangan dari luar negeri. Artinya ketentuannya jelas bahwa barang yang boleh masuk dan barang yang dilarang. Masuknya barang diatur oleh ketentuan berlaku, ada batasan yang boleh masuk," katanya.

Ia menambahkan, polisi juga bakal berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait pengawasan terhadap orang. Khususnya, orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kejahatan.

"Kami koordinasi dengan Imigrasi, kita selalu melakukan upaya. Kita punya aplikasi elektronik baik di Bea Cukai, Polri maupun di Imigrasi dan Angkasa Pura. Untuk kedatangan ke Indonesia kita selalu cek dari manifest yang kita terima, sehingga satu persatu dari yang bersangkutan akan kita tracking dengan data base yang ada. Instansi baik Angkasa Pura, Imigrasi, Bea Cukai itu ada asosiasi internasional. Sehingga data base kuat terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku, terpidana yang mencolok perhatian dan DPO itu sudah terdata di Imigrasi," jelasnya.

Ihwal pengawasan khusus terhadap Warga Negara Asing asal Eropa Timur (asal negara lima orang pelaku kejahatan skimming yang diungkap Polda Metro Jaya), Yusep menuturkan, pengawasannya secara umum tidak spesifik hanya dari Eropa Timur.

"Terkait hal itu kami pengawasan secara umum tetap, tidak hanya Eropa Timur. Kami tidak selektif ke negara-negara tertentu, artinya semua perkembangan isu global kami antisipasi. Semua instasi memainkan perannya semaksimal mungkin agar Indonesia terjaga," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com