ASA Center Jembatani Sengketa GCM dengan Pemprov DKI Jakarta

ASA Center Jembatani Sengketa GCM dengan Pemprov DKI Jakarta
Alex Asmasoebrata ketua ASA Center (kedua dari kanan). ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Jumat, 25 Mei 2018 | 08:21 WIB

Jakarta - Ketua Posko Relawan Anies Sandi Alex (ASA) Center, Alex Asmasoebrata menjembatani sengketa antara penghuni dan pengelola apartemen Graha Cempaka Mas (GCM) dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Diakui kisruh ini sudah terjadi sejak 2013 lalu dan masih berlanjut hingga kini.

“Sebagai langkah awal membereskan ini kami menggelar pertemuan antara perwakilan para penghuni dan Wakil Ketua DPRD DKI Jaya, M. Taufik. Kami ingin menjembatani agar sengketa dan kisruh ini cepat selesai, menemukan solusi terbaik secepatnya,” kata Ketua ASA Center Alex Asmasoebrata di Cikajang, Jakarta, Kamis (24/5).

Ia mengatakan sejumlah warga kecewa terhadap aksi pendudukan sejumlah orang yang menurutnya dilakukan oleh oknum PT Duta Pertiwi selaku pengelola. Preman dan satpam nginap di koridor milik warga. Mereka menduduki tanpa hak, melakukan pengrusakan dan masuk pekarangan tengah malam.

"Setelah saya telusuri, ini adalah kejahatan berjamaah. Semua aturan ditabrak dan parahnya ada oknum dari Dinas Pemprov DKI yang terlibat yang bukan melayani masyakarat, tapi justru menzalimi rakyat. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, hal ini akan saya laporkan ke Mabes Polri, PPATK, BPN dan OJK untuk segera ditindaklanjuti. Nantinya hasil pertemuan ini akan dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk segera diambil tindakan," jelas Ketua Forum Cabor DKI Jakarta itu.

Salah satu penghuni yang juga pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Apartemen GCM, Mayjen TNI(Pur) Saurif Kadi menyatakan berbagai cara intimidasi telah dilakukan oleh pihak pengelola kepada para penghuni.

“Kami sebagai warga tentunya ingin agar hak pengelolaan dipercayakan kepada Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan rusun atau apartemen GCM yang dibentuk oleh kami. Bukan pengurus ‘boneka’ bentukan pengelola seperti sekarang ini,” ungkap dia.

Menurutnya, berbagai cara intimidasi dilakukan diantaranya dengan aksi pendudukan sejumlah orang dengan menginap di koridor milik warga. Selain itu, katanya, warga juga mengeluhkan adanya pemutusan kabel listrik, panel listrik yang diboikot dan identitas PLN sudah atas nama Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan apartemen Cempaka Mas.

Ia pun berharap ASA Center dapat menyelesaikan kisruh yang sudah cukup lama dan belum menemukan titik temu yang terbaik bagi penghuni.



Sumber: Suara Pembaruan