Berpura-pura Dibegal, Karyawan Larikan Uang Perusahaan Rp 171 Juta

Berpura-pura Dibegal, Karyawan Larikan Uang Perusahaan Rp 171 Juta
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Vento Saudale / CAH Jumat, 25 Mei 2018 | 13:01 WIB

Bogor - Salah satu karyawan distributor elektronik, SC (27) ditangkap polisi setelah melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 171 juta. Adapun modus pelaku, dengan melaporkan menjadi korban pembegalan di Jalan Sentul, saat akan menyetor uang ke bank.

Kasubag Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena menuturkan, berawal ketika SC melapor kepada polisi telah menjadi korban pembegalan saat berada di Jalan Sentul, Babakanmadang, menuju ke bank, Kamis (24/5) kemarin.

Berdasarkan laporan, sepeda motor yang digunakan SC dipepet oleh sepeda motor pelaku kemudian ditendang stangnya dan jatuh. Kemudian tas berisikan uang diambil oleh pelaku, lalu pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor.

"Saat itu SC membawa uang perusaaan Rp 171 juta yang akan disetorkan ke bank. Saat melewati Jalan Sentul, Babakanmadang menggunakan sepeda motor, ia mengaku menjadi korban pembegalan dan uang yang ada di dalam tas dibawa lari pembegal," kata Ita, Jumat (25/5).

Polisi yang menerima laporan tersebut, langsung melalukan penyelidikan. Setelah melakukan pemeriksaan saksi dan tiga kali reka ulang, penyidik merasakan ada kejanggalan. Keterangan SC kerap berubah-ubah, lalu berdasarkan saksi-saksi di lokasi kejadian tidak melihat pristiwa pembegalan itu.

SC mengaku telah dipepet sepeda motor pembegal dan mengalami luka di bagian lengan. Namun, luka yang dialami SC juga tidak sempurna. Terlihat luka sayatan hasil perlakuannya sendiri.

Setelah didesak, SC barulah mengaku, pembegalan tersebut merupakan skenario bersama temannya berinisial A yang saat ini tengah diburu perugas karena melarikan diri. "Peristiwa pembegalan itu ada, tapi hanyalah skenario," kata Ita.

Rencana pembegalan itu, juga terekam dalam komunikasi SC dan A dalam sebuah pesan Whatapp. Mengetahui hal tersebut, polisi mengeledah kediaman A di Citeurup dan menemukan barang bukti uang Rp171 juta.

Saat ini polisi masih memeriksa SC guna mengetahui keberadaan A yang kabur. Tersangka SC akan dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan atau 372 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com