Pemprov DKI Inisiasi Peta Jalan Jakarta Smart and Safe City

Pemprov DKI Inisiasi Peta Jalan Jakarta Smart and Safe City
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno memberi keterangan setelah mengikuti Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di kantor BPS DKI, Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 31 Mei 2018 | 17:34 WIB

Jakarta - Untuk meningkatkan rasa aman warga Jakarta atau mereka berkunjung ke Ibu Kota, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menginiasi pembuatan Peta Jalan Jakarta Smart and Safe City. Dengan Peta Jalan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menerapkan teknologi yang dapat mengamankan Jakarta.

Untuk membahas lebih mendalam hal tersebut, acara Kick Off Jakarta Smart Safe City Master Planning pun diselenggarakan dan dibuka oleh Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (31/5).

"Masyarakat yang tinggal di Jakarta, maupun orang yang berkunjung ke Jakarta harus memiliki rasa aman. Tugas ini harus dapat kita penuhi ditengah-tengah ancaman bahaya seperti terorisme, tindakan kriminal, kerusuhan, kebakaran, bencana penyakit hingga cyber attack yang bisa mengancam kelumpuhan sebuah kota," kata Sandiaga ketika memberi sambutan di acara tersebut.

Untuk memberikan rasa aman itu, menurutnya teknologi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mencegah, mendeteksi, menyelidiki, dan memitigasi dampak dari berbagai insiden keamanan, termasuk tindak kejahatan, kerusuhan, kecelakaan, ataupun bencana alam. Supaya dapat menerapkan teknologi yang tepat guna dibutuhkan perencanaan yang matang dan konsolidasi berbagal pihak yang terkait.

"Untuk itu, Pemprov DKI, merasa perlu untuk menyusun sebuah Peta Jalan Jakarta Smart and Safe City selama tiga bulan ke depan. Kick-Off Jakarta Smart Safe City Master Planning ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk bertukar pikiran tentang berbagal tantangan yang kita hadapi, serta harapan untuk Jakarta yang lebih aman," terangnya.

Dijelaskannya, acara ini bertujuan untuk mencapai pemahaman bersama tentang inisiatif Jakarta Smart Safe City. Kemudian memperoleh pandangan masing masing dinas/lembaga terkait tentang keamanan di Jakarta, menetapkan penanggung jawab (Person In Charge/PIC) dan langkah selanjutnya untuk menyusun peta jalan Jakarta Smart Safe Cty.

Berbagai Perangkat Daerah berkaitan dengan peta jalan yang akan terlibat adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi, dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan pihak eksternal yang akan terlibat adalah Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Mengapa perlu peta jalan menuju Jakarta Smart and Safe City, Sandiaga menjelaskan berdasarkan data BPS, beberapa tahun terakhir ini tercatat menurun. Tren penurunan angka kriminalitas ini diharapkan dapat terus menurun dengan adanya peta jalan tersebut.

Menurut data Statistik Kriminal 2017, jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah operasional Polda Metro Jaya menurun rata-rata empat persen per tahun selama periode 2014-2016.

Data terakhir adalah untuk tahun 2016, di mana terdapat 43.842 kejahatan yang dilaporkan. Begitu pula risiko penduduk terkena kejahatan (crime rate) per 100.000 penduduk cenderung terus menurun hingga tahun 2016 di angka 169, mendekati rata-rata nasional yaitu 140 kejahatan per 100.000 penduduk.

"Namun demikian, berdasarkan Safe Cities Index Tahun 2017 yang dirilis The Economist Intelligence Unit, Jakarta masih berada di urutan 57 dari 60 kota-kota besar di dunia. Hal ini lantas menjadi lecutan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah perbaikan dan terobosan untuk mewujudkan DKI Jakarta yang lebih sejahtera dan aman,” paparnya.

Nantinya, Peta Jalan Jakarta Smart Safe City akan mencakup visi bersama, rekomendasi, blueprint smart safe city untuk Jakarta, peta jalan untuk lima tahun, dan perkiraan investasi yang dibutuhkan. Keberlangsungan penyusunan peta jalan ini juga didukung oleh Pricewaterhouse Coopers Consulting (PwC) Indonesia.

Perlu diketahui, DKI Jakarta telah ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu kota piloting dalam program ASEAN Smart Cities Network yang telah di launching pada konferensi tingat tinggi ASEAN ke 32 bulan April yang lalu. Kegiatan Safe City ini merupakan upaya lebih lanjut lagi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih fokus dan mendalam mewujudkan Jakarta sebagai Smart and Safe City.



Sumber: BeritaSatu.com