Uji Coba Ganjil Genap, Transjakarta Hitung Penambahan Armada

Uji Coba Ganjil Genap, Transjakarta Hitung Penambahan Armada
Penumpang berada didalam Transjakarta di Jakarta. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 30 Juni 2018 | 11:13 WIB

Jakarta - Kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil dan genap (ganjil-genap) akan mulai diujicobakan pada pertengahan Juli ini. Recanananya, kebijakan ini diterapkan secara permanen pada Agustus mendatang untuk memperlancar Asian Games 2018 di Jakarta.

Dengan perluasan kebijakan ganjil-genap, akan membatasi pergerakan kendaraan bermotor di jalan yang dilalui para atlet Asian Games. Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus memikirkan kesiapan transportasi publik untuk mengantisipasi perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Satu-satunya transportasi publik yang dikelola oleh BUMD DKI, yakni PT Transportasi Jakarta adalah transportasi publik berbasis bus rapid transit (BRT) yang saat ini sudah melayani 13 koridor. Untuk itu, PT Transjakarta sedang menghitung penambahan armada terkait dampak kebijakan ganjil-genap yang akan diberlakukan pertengahan Juli ini.

Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan jalur perluasan ganjil-genap sudah dilayani Transjakarta. "Karena itu, kami harapkan dengan penerapan ini, masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke Transjakarta," kata Budi kepada Beritasatu.com, Sabtu (30/6).

Hal ini membuat jumlah penumpang Transjakarta akan bertambah signifikan. Apalagi tahun ini, PT Transjakarta menargetkan 1 juta penumpang. Hingga saat ini, jumlah penumpang Transjakarta dalam satu hari yang tertinggi di angka 570.000 orang. "Nah kita harapkan dengan adanya kebijakan ganjil-genap, angka ini bisa semakin naik," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya sedang menghitung penambahan armada dengan cermat, agar tidak terjadi kelebihan armada yang mengakibatkan kekosongan bus. "Kita lagi hitung secara cermat, karena kalau kelebihan jadinya inefisiensi," terangnya.

Dengan perluasan ganjil genap ini juga akan mempercepat headway atau waktu tunggu antarbus Transjakarta. Karena terjadinya pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. "Kalau untuk headway ya tergantung rutenya. Seperti koridor 1, headway-nya sekitar 3-5 menit. Tapi kita harapkan bisa lebih cepat lah," tuturnya.

Sementara Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengungkapkan pada pelaksanaan Asian Games nanti, pihaknya akan menyediakan 300 bus low entry. Bus Transjakarta ini akan mengangkut para atlet dan official dari Wisma Atlet Kemayoran ke venue-venue pertandingan. Selain itu, mengangkut wisatawan dan masyarakat yang ingin menonton pertandingan Asian Games serta untuk operasional umum.

"Rencananya ada pembukaan rute khusus untuk Asian Games. Jadi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi lalu memarkirkan kendaraannya. Kemudian naik Transjakarta menuju venue-venue pertandingan," kata Wibowo.

Untuk jam operasional rute khusus Asian Games ini masih dibahas bersama-sama Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc), kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.



Sumber: BeritaSatu.com