Gereja Diminta Waspada Pascapelemparan Bom Molotov Tebet

Gereja Diminta Waspada Pascapelemparan Bom Molotov Tebet
Ilustrasi bom molotov ( Foto: www.guns.com )
Selasa, 6 Agustus 2013 | 18:14 WIB

Jakarta - Sejumlah gereja dan lembaga keagamaan Katolik diminta waspada pascapelemparan bom molotov di Sekolah Asisi Tebet, Jakarta Selatan Selasa (6/8) dinihari.

"Saya diberi tahu oleh jajaran Kepolisian Resor Jakarta Selatan bahwa ada bom molotov di Sekolah Asisi Tebet. Lalu saya sampaikan kepada yang biasa menyampaikan informasi ke seluruh paroki untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo ketika dihubungi.

Romo Suharyo mengatakan, pihaknya tidak mengkhawatirkan keamanan gereja pascaperistiwa bom meledak di Vihara Ekayana di Jakarta Barat pada Minggu malam (4/8).

"Tidak perlu ada kekhawatiran ataupun ketakutan, 'nek mati yo wes mati wae' (kalau mati ya mati saja, red.). Hanya ini ada sesuatu yang tidak baik dan sungguh sangat memprihatinkan. Kita harus berhati-hati supaya hal yang tidak perlu terjadi tidak kejadian," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan khusus terhadap seluruh paroki dan gereja.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, sebuah bom molotov ditemukan berada di Sekolah Asisi di Tebet, Selasa dinihari sekira pukul 01.00 WIB.

"Kami mendapat laporan pukul 07.00 WIB pagi dan langsung mengabarkan kepada Uskup (Jakarta) untuk meningkatkan kewaspadaan," kata petugas Polres Jaksel yang enggan disebutkan namanya.

Petugas kepolisian tersebut mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan apakah bom molotov tersebut terkait dengan peledakan bom di Vihara Ekayana atau perselisihan antarwarga di kampung sekitar.

Sumber: ANT