Polisi Bekuk 7 Pelaku Curanmor Spesialis Mobil Avanza
Logo BeritaSatu

Polisi Bekuk 7 Pelaku Curanmor Spesialis Mobil Avanza

Selasa, 12 November 2013 | 16:23 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / B1

Jakarta - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk tujuh orang pelaku pencurian spesialis kendaraan roda empat merk Toyota Avanza, di sejumlah tempat di Jakarta dan sekitarnya. Satu mobil curian dibanderol Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan Subdit Resmob berhasil menangkap tujuh pelaku berinisial TN (pimpinan kelompok), ST, TM, DM, WS, KDR, dan MI, berawal dari sejumlah laporan pencurian mobil yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Para pelaku semuanya adalah pemetik (pencuri di lapangan). Ada tujuh orang yang ditangkap," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/11).

Dikatakan Rikwanto, para pelaku menjalankan aksinya pada pagi hari mulai pukul 02.00 sampai 07.00. Mereka biasanya menyasar mobil merk Toyota Avanza.

"Mereka spesialis pencuri mobil Avanza. Karena, mobil itu sangat laku di pasar gelap," ungkapnya.

Menurut Rikwanto, ketika pelaku mendapatkan mobil curian, sudah ada penampung atau penandah yang siap membeli. Satu mobil curian dibanderol Rp10 juta sampai Rp20 juta.

"Jadi ketika mereka memetik, langsung ada penampungnya. Dibayar Rp10 juta sampai Rp20 juta per unit. Itu setelah dapat langsung diarahkan ke sana (penadah)," bilangnya.

Ia melanjutkan, penyidik sudah mengantongi identitas para penadah dan saat ini sedang diupayakan penangkapan.

"Penadahnya masih dalam pencarian. Mereka berinisial UT, AJ dan DI," tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Adex Yudiswan, menyampaikan sasaran pelaku adalah mobil-mobil yang diparkir di pinggir jalan. Sebelum melakukan aksinya, para tersangka awalnya menyewa mobil rental sebagai alat transportasi mencari sasaran.

"Ketika mendapatkan sasaran mobil yang akan dicuri, para tersangka turun dari mobil, lalu langsung memutuskan kabel alarm di suatu tempat yang sudah diketahui menggunakan gunting," jelasnya.

Sejurus kemudian, mereka membuka pintu dengan menggunakan kunci letter T, selanjutnya mencongkel kunci di stir mobil menggunakan alat bor.

"Setelah merusak kunci, tersangka menghidupkan mesin mobil menggunakan obeng min. Kemudian, mereka kabur," paparnya.

Usai mendapatkan mobil curian, pelaku menyerahkannya ke salah satu tersangka berinisial MI untuk mencabut GPS yang berada di dalam mobil. "Setelah GPS dibuang, mobil itu baru dijual ke penadah," katanya.

Adex menuturkan, setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan serta pelacakan, polisi akhirnya berhasil membekuk tujuh tersangka di beberapa tempat berbeda. Tersangka ST, DM, WS, TM, TN, dan KDR, ditangkap di Indramayu, Jawa Barat, tanggal 31 Oktober lalu. Sementara, tersangka MI dibekuk di Bekasi, Jawa Barat.

"Pada saat penangkapan, kami tidak mendapatkan bukti senjata api. Namun, umumnya mereka membawa senpi saat menjalankan aksi," terangnya.

Berdasarkan keterangan para tersangka, sambungnya, komplotan yang dipimpin tersangka berinisial TN ini sudah menjalankan aksi lebih dari 30 lokasi.

"Kelompok ini paling banyak melakukan pencurian di daerah Jakarta Utara seperti di Sunter, Kelapa gading; Jakarta Barat, di Grogol, Kota; Jakarta Pusat seputaran Kota; dan Jakarta Selatan di Tebet," sebutnya.

Kelompok pencuri asal Jawa Barat ini, tambahnya, merupakan pecahan dari "pemain" lama. Jadi, mereka membuat kelompok baru. Kalau tidak menjalankan aksi, mereka berprofesi sebagai penjual kelapa muda.

"Satu malam mereka bisa mendapat dua kendaraan. Satu kendaraan dalam kegiatan mendatangi sampai operasi pencurian, tidak lebih dari 5 menit. Itu, kalau tak ada kunci pengaman. Kalau ada kunci pengaman mereka tak jadi ambil," imbuhnya.

Atas perbuatannya, tujuh pelaku itu dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian. "Hukumannya di atas 5 tahun penjara," tandasnya.

Berikut barang bukti yang berhasil diamankan polisi:

Tiga unit mobil, enam buah kunci T, dua buah bor, tiga buah mata bor, dua buah batere bor, empat obeng, tiga gunting, satu senter, satu tang gunting, satu tang, dua pisau cutter, satu kunci segitiga, empat kunci pass, satu kunci ring, dan dua plat nomor kendaraan.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lagi, Adiguna Tak Penuhi Panggilan Polisi

Adiguna mengirimkan surat penundaan pemeriksaan lantaran sakit.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

DPR Desak Gubernur Jokowi Tindak Tegas Direktur RSUD Koja

“Pak Jokowi harus sesegera mungkin panggil Direktur RSUD Koja untuk diminta keterangan atas temuan sidak Kepala Dinas DKI Jakarta,” tegas Poempida.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Mahasiswa Tolak Pilkada Ulang Tangerang

"Kami menolak pilkada ulang atau pemungutan suara ulang di seluruh Kota Tangerang, karena menghamburkan uang rakyat.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

"Ducting" Kabel Harus Perhatikan Kemacetan Jakarta

"Makanya kita harus kasih waktu yang cukup panjang untuk pembenahan ducting."

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

42 Kelurahan di DKI Jadi Kelurahan Sadar Hukum

Kesadaran hukum warga di Ibu Kota perlu diinjek karena Jakarta adalah barometer.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Antisipasi Banjir Jakarta, Sodetan Ciliwung-KBT Harus Direalisasikan

Sodetan didesain untuk mampu memotong puncak debit air Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sebanyak 60 meter kubik air per detik.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Buruh Cari Dukungan DPRD, Ahok Tak Mau Revisi UMP

"UMP ini sudah yang terbaik, terserah buruh mau ngomong apa,” kata Ahok.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Antisipasi Tindak Kejahatan, Polisi Razia Puluhan Pasangan di Monas

"Sasaran kita dalam rangka antisipasi terjadinya tidak pidana. Karena pasangan itu jadi sasaran, jadi objek diperas pelaku," kata Jajang.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Ratusan Bangunan Liar di Trotoar Jalan Kawasan Cikarang Ditertibkan

Bangunan yang ditertibkan ini, karena berdiri di atas tanah negara yang dibuat untuk pejalan kaki.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013

Mayat Hancur di Tol Karang Tengah, Diduga Orang Gila

Saat melakukan evakuasi, polisi tidak menemukan identitas korban di lokasi kejadian. "Korban tidak dikenal, tidak mempunyai identitas.

MEGAPOLITAN | 12 November 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS