Mochtar Riady Target Bangun 1.000 Sekolah Gratis

Mochtar Riady Target Bangun 1.000 Sekolah Gratis
Pendidikan dasar dan lanjutan masih menjadi fokus Indonesia. (Foto: Antara)
/ FER Senin, 5 Desember 2011 | 17:46 WIB
Program Sekolah Lentera Pelita Harapan sudah berjalan dan sampai sekarang sudah 30-an sekolah berdiri di pelosok Indonesia. Guru dibayar, murid free.


Pendiri Lippo Group Mochtar Riady punya ambisi untuk membangun 1.000 sekolah gratis bagi murid-murid di berbagai pelosok Indonesia.

"Saya ingin berkontribusi besar di dunia pendidikan. Sejak lama saya punya keinginan untuk membangun 1.000 sekolah di pelosok," kata Mochtar di kampus Universitas Indonesia, Depok hari ini.

"Sekarang program itu (Sekolah Lentera Pelita Harapan) tengah berjalan dan sampai sekarang sudah 30-an sekolah berdiri di pelosok Indonesia. Guru kita bayar, murid free," katanya.

Menurut Mochtar, masalah utama dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah minimnya jumlah guru. Untuk mengatasi hal itu, Lippo Group melalui Universitas Pelita Harapan (UPH) telah membentuk program Teachers College.

"Kami menarik orang-orang berbakat dari desa dan pelosok, lalu kami kuliahkan. Namun, setelah lulus harus kembali ke desa itu, mengajar minimal tiga tahun dan diharapkan ikut berpartisipasi membangun daerahnya. Mudah-mudahan, dalam beberapa tahun ke depan cita-cita saya terwujud dan bangsa Indonesia kian kuat sektor pendidikannya," ujarnya.

Pendidikan nasional yang merupakan fondasi bangsa seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun perlu peran aktif pihak swasta.

"Ketika dilahirkan saya adalah anak mama, waktu sekolah saya merupakan murid, menikah menjadi suami, punya anak menjadi bapak, dan sebagainya. Kali ini, saya merupakan warga negara Indonesia. Dan di situ tanggung jawabnya apa? Saya tak mau hanya menjadi WNI tanpa tanggung jawab. Karena itu, responsibility saya apa? Ya membantu dunia pendidikan," katanya.