Ahok Akui Penggunaan "E-Catalogue" Gagal

Ahok Akui Penggunaan
Deti Mega Purnamasari Rabu, 15 Oktober 2014 | 18:54 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui dalam dua tahun kepemimpinannya banyak pekerjaan yang belum selesai, termasuk soal pengadaan menggunakan e-catalogue melalui Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Daerah DKI Jakarta (ULP) yang disebutkannya gagal.

"Yang pasti kita dalam dua tahun ini gagal. E-budgeting itu masih lelet, ULP termasuk sistem online ada unsur kesengajaan atau memang dia tidak sanggup lakukan cuma proyek-proyek yang begitu saja," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (15/10).

Ia mencontohkan anggaran untuk truk sampah yang tiba-tiba dihilangkan. Padahal pengadaan tersebut juga sudah dimasukkan ke dalam e-catalogue. Hal itu, katanya, dikarenakan e-budgeting belum jalan menguncinya sehingga bisa terjadi hal seperti itu.

"Kalau nanti harga satuan ditahan-tahan ya tidak usah bahas sudah," ujarnya.

Selain itu, persoalan reformasi birokrasi juga diakuinya belum selesai, termasuk sistem renumerasi. Padahal pihaknya menginginkan supaya pegawai dikurangi tetapi peraturannya juga belum rampung dan baru terlihat tahun depan.

Namun bukan berarti dalam dua tahun ini tidak ada pencapaian. Ahok mengatakan, dari sisi pelayanan para lurah dan camat minimal saat ini sudah lebih baik. Masyarakat pun bertemu dan mengurus perizinan lebih dipermudah.

"Dari pencapaian itu dapat menemukan lurah camat yang baik," pungkasnya. 

Sumber: Suara Pembaruan