Depok Jadi Surga Batu Akik

Depok Jadi Surga Batu Akik
Pembeli tengah memilih aneka jenis batu yang dijual di Sentra Batu Akik di Lantai 2 Pasar Segar di Jalan Tole Iskandar, Kota Depok, Jawa Barat. Sentra Batu Akik ini baru diresmikan oleh Wakil Wali Kota Depok pada 8 Januari lalu (Foto: SP/Bhakti Hariani)
Rabu, 14 Januari 2015 | 11:39 WIB

Depok - Para pecinta batu akik khususnya di Kota Depok, Jawa Barat, kini tak perlu khawatir atau kesulitan mencari koleksi batu yang memesona dengan harga bersaing.

Kini Depok telah memiliki Sentra Batuk Akik di lantai 2 Pasar Segar di Jalan Tole Iskandar.

Tak kurang 200 lapak dan 34 kios disediakan bagi para pedagang, pengrajin batu akik. Pembeli dapat puas memilih aneka batu-batu cantik yang kini tengah digandrungi oleh mayoritas kaum adam sebagai cincin yang menghiasi jari jemari mereka.

"Jenis batu akik yang sekarang tengah diminati adalah jenis batu bacan. Berasal dari Pulau Bacan di Halmahera. Berbagai jenis bacan seperti bacan obi, bacan lokal, bacan palmea," ujar Pedagang Batu Akik Budi Darmawan kepada SP, Senin (12/1) di Lantai 2 Pasar Segar.

Batu jenis bacan menjadi unggul lantaran mudah diolah dan seperti "hidup". Dalam waktu singkat, bacan dapat diolah menjadi batu yang bening seperti kristal.

Kebeningannya inilah yang menjadikan bacan banyak disukai. Harga jual batu bacan bervariasi berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.

Selain bacan, jenis bebatuan lain yang sedang digandrungi adalah pandan, kalimaya, duri bulan, dan fosfor. Tak sedikit pula orang-orang lebih meminati batu-batuan yang berasal dari negara lain di antaranya India, Myanmar, Afrika, dan Amerika.

Namun, tidak berarti batu-batuan dari luar negeri memiliki nilai jual lebih tinggi dari pada batu-batuan dalam negeri yang asli dihasilkan di Indonesia.

"Semua kembali kepada selera masing-masing orang. Batu jasper itu banyak dari Amerika. Tetapi, di sini enggak laku, karena di Indonesia batu-batu seperti jasper sudah amat banyak sehingga tidak unik lagi," tutur pedagang Budi Bustomi.

Menurut Bustomi, jika seseorang sudah menyukai suatu jenis batu, biasanya berapapun harganya pasti dibeli. "Ini kan tergantung selera. Kalau sudah suka pasti dia mau beli berapapun harganya."

Sentra Batu Akik dan Permata di Pasar Segar ini juga tak hanya menjual bebatuan cantik namun juga segala perlengkapannya yakni ring cincin atau emban cincin, ikatan, dan serbuk inten yang digunakan untuk mengilapkan batu.

Harga ring cincin di sentra ini relatif terjangkau. Berkisar Rp 75.000 untuk bahan titanium yang antikarat dan tak menimbulkan gatal atau alergi.

"Kalau di luaran, bisa sampai Rp 100.000-120.000. Harga kami sengaja memang tidak tinggi, tapi soal kualitas boleh diadu," ujar Wawan, sapaan akrab Budi Darmawan.

Sejak diresmikan oleh Wakil Wali Kota Idris Abdul Shomad 8 Januari lalu, kini Sentra Batu Akik makin diminati warga Depok dan sekitarnya, meskipun diakui belum maksimal dalam hal sosialisasi. Sehingga masih banyak warga Depok yang belum tahu akan keberadaan Sentra Batu Akik ini.

Walau demikian, para pedagang mengaku telah mendapatkan keuntungan yang lumayan. Dalam satu hari mereka bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Di sini ramainya hari Sabtu-Minggu. Kalau hari biasa, ramainya setelah pukul 17.00 saat pekerja kantor sudah pulang bekerja," tutur Wawan.

Hadirnya Sentra Batu Akik ini mendapat respons positif dari para pecinta batu. Mahmud, warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, menyambut baik kehadiran sentra ini.

"Saya penyuka batu. Kalau ada di sini jadi tidak perlu jauh-jauh ke Rawabening. Koleksinya lengkap dan harganya bersaing. Sangat bagus," kata Mahmud yang mengoleksi batu jenis duri bulan ini.