1.200 Kendaraan per Jam, Jalur Puncak Perlu Diatur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

1.200 Kendaraan per Jam, Jalur Puncak Perlu Diatur

Kamis, 12 Januari 2012 | 10:40 WIB
Oleh : B1

Tersedianya moda transportasi massal dinilai cukup efektif dalam mengurai kemacetan di Puncak, dibandingkan dengan metoda sistem buka tutup jalur yang diterapkan selama ini.

Kepala Dispenda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Syarifah Sofian mengatakan diperlukan kebijakan pembatasan jumlah kendaraan untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak.

Solusi tersebut disampaikan Syarifah dalam sidang disertasinya yang berjudul Model Kebijakan Pengelolaan Pariwisata Yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

"Perlu adanya kebijakan pembatasan kendaraan yang akan ke Puncak untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut," katanya usai sidang disertasi di Disertasi di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB, Rabu.

Ia mengatakan, kemacetan di jalur Puncak selalu terjadi pada akhir pekan dan hari libur. Kondisi ini merupakan dampak dari aktivitas pariwisata di jalur tersebut.

Berdasarkan survey data primer (traffic counting/TC) yang dilakukan oleh DLLAJ pada 2001, volume lalu lintas di jalan raya Puncak rata-rata adalah 28.800 kendaraan per hari.

"Atau sekitar 1.200 kendaraan per jamnya. Sedangkan pada 2009 dilakukan kembali survey data primer di pos pengamatan Ciawi dengan hasil rata-rata jumlah kendaraan yang melintas adalah sebanyak 39.564 kendaraan per hari atau 1.649 kendaraan perjam," katanya.

Melihat tingginya volume kendaraan tersebut dibutuhkan kebijakan-kebijakan yang dapat mengurangi kendaraan agar tidak terjadi kemacetan.

Menurutnya, tersedianya moda transportasi massal dinilai cukup efektif dalam mengurai kemacetan di Puncak, dibandingkan dengan metoda sistem buka tutup jalur yang diterapkan selama ini.

Moda transpostasi massal diberlakukan khusus untuk wisatawan yang hendak mengunjungi Puncak, bisa seperti bus pariwisata, train, monorel dan lain-lain.

Sedangkan untuk warga yang berdomisili di Puncak bisa menggunakan tanda khusus dikendaraannya sehingga diperbolehkan melintas.

"Sedangkan untuk pengendara yang hanya lewat kawasan Puncak untuk menuju Cianjur, Bandung dan sekitarnya dapat menggunakan jalur alternatif puncak II," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Puncak memerlukan penanganan khusus mengingat kawasan tersebut telah menjadi ikon Kabupaten Bogor.

"Saya berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif sebagai koreksi terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pariwisata di Puncak," katanya.

Selain itu, Syarifah juga berharap penelitiannya dapat dijadikan sebagai acuan bagi para pelaku pariwisata dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Bogor, Syarifah juga mengharapkan penelitian tersebut menjadi alternatif model bagi pengelolaan pariwisata terutama dalam memadukan unsur konservasi dan pariwisata.

Sekaligus menjadi acuan untuk penyempurnaan kebijakan penataan ruang, perizinan, pengelolaan lingkungan, pembinaan sosial budaya, hukum dan kelembagaan, ekonomi, sarana dan prasarana, agar dalam implementasinya dapat berkelanjutan, tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB Ernan Rustiadi mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Syarifah sangat menarik, karena menunjukkan bahwa di luar skenario jalan alternatif masih ada pilihan lain yang dirasa lebih baik dalam mengatasi kemacetan puncak.

Ia mendorong hasil penelitian Syarifah dapat dijadikan referensi bagi pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengambil kebijakan.

"Skenario angkutan masal bukan menghilangkan namun hanya membatasi kendaraan yang lewat, sehingga jalur tersebut khusus untuk penduduk setempat yang sudah sangat dirugikan dengan system one way," katanya.

Menurut dia, komitmen dan sinergitas dari semua stakeholder sangat dibutuhkan dalam penanganan masalah di Puncak, termasuk masalah bangunan liar yang saat ini mencapai angka 1.368 unit jumlahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Nuhayanti, yang hadir menyaksikan sidang disertasi Syarifah mengaku akan menjadikan hasil penelitian Syarifah sebagai masukan dalam mengatasi masalah Puncak.

"Hasil penelitiannya cukup bagus. Ini akan kita jadikan masukan untuk Pemkab dalam mengatasi masalah Puncak," katanya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Antara

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

20 Korban Tabrakan Bus Tranjakarta Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sebanyak 20 orang dari 37 orang korban luka dalam tabrakan bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur masih dirawat di rumah sakit.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Tempat Indekos, Polisi Tangkap 4 Pelaku

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek indekos yang menjadi kantor operasional pinjol ilegal di Cengkareng, Jakbar. Polisi menangkap empat penagih utang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Tabrakan Antarbus, Ini Peringatan Keras Wagub Riza Patria untuk Transjakarta

Kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi jajaran Transjakarta untuk lebih berhati-hati agar tabrakan tidak terjadi lagi.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Pastikan Review Transjakarta Usai Tabrakan yang Tewaskan 2 Orang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan meninjau atau review Transjakarta usai tabrakan yang menewaskan dua orang dan melukai 37 orang lainnya.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Kota Bogor Proyeksikan 4 Pedestrian Lagi di Jalur Protokol hingga 2024

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menata empat jalur protokol dengan pedestrian hingga 2024.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Jamin Para Korban Tabrakan Maut Bus Transjakarta Dapat Tanggungan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan para korban tabrakan bus Transjakarta di Cawang akan mendapat tangungan dari Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Polisi Selidiki Sampel Nasi Kotak yang Diduga Sebabkan Warga Koja Keracunan

Kepolisian Sektor Koja menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI dan diduga menyebabkan sejumlah warga Koja, Jakarta Utara, keracunan.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Pemanfaatan TPST Bantargebang, Rahmat Effendi: Tidak Ada Penambahan Hak dan Kewajiban

Rahmat Effendi menegaskan tidak ada penambahan hak dan kewajiban dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dalam pengelolaan lahan di TPST Bantargebang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Dentuman Keras Terdengar saat LRT Jabodebek Tabrakan

Sejumlah warga Cipayung, Jakarta Timur, mengaku mendengar suara dentuman keras saat terjadi tabrakan kereta light rail transit (LRT) Jabodebek.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021



TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

EKONOMI | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings