Siswa "Bullying" di Skorsing Tiga Hari

Siswa
Ilustrasi bullying. (Foto: Ist / Ist)
Vento Saudale / CAH Selasa, 10 November 2015 | 16:23 WIB

Bogor - Dinas Pendidikan Kota Bogor telah meminta keterangan pihak sekolah terkait kasus kekerasan terhadap siswa anak sekolah dasar negeri di Kota Bogor. Sebelas siswa yang terlibat kekerasan dikenakan skorsing selama tiga hari.

Hal itu dikakatakan Kepala Dinas Pendidikan Edgar Suraman Selasa (10/11). Ia mengatakan, dinas telah memanggil kepala sekolah SDN Panaragan untuk meminta keterangan dan diketahui jika tindakan kekerasan siswa sekolah dasar dilakukan di luar lingkungan sekolah.

"Ini yang patut disayangkan karena tindakan kekerasan tersebut dilakukan di luar sekolah dan sekolah sendiri kurang bisa mengawasi perilaku anak saat usai kegiatan belajar mengajar," katanya.

Sedangkan hasil pertemuan dengan orang tua pelaku dan orang korban telah sepakat untuk menyelesaikan secara internal dan kekeluargaan. Hal itu, mengingat anak-anak sendiri tidak menyadari perbuatannya.

"Upaya kami lebih lanjut adalah melakukan pembinaan. Ada sebelas anak yang terlibat dalam perkelahian dikenakan sanksi indisipliner dengan skorsing selama tiga hari. Waktu skorsing tersebut agar dipergunakan orang tua untuk lebih memberikan pembinaan kepada si anak di rumah," paparnya.

Ke depan kata dia, pihak sekolah juga akan membuat kegiatan bersama antara anak-anak dua sekolah. Diharapkan dengan kegiatan bersama dapat menumbuhkan rasa saling memiliki antar siswa.

Sebelumnya, Riza Yudhawirya (40) melaporkan tindakan kekerasan (bullying) yang diterima anaknya ZK (12) ke sekolahnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panagaran 2, Kota Bogor. Riza mengaku jika anaknya kerap mendapat kekerasan dari sesama siswa satu sekolah.

Sumber: BeritaSatu.com