Organda DKI: Manajemen Metromini Amburadul

Organda DKI: Manajemen Metromini Amburadul
Petugas mengevakuasi metromini yang tertabrak rangkaian KRL di perlintasan Stasiun Angke, Jakarta, Minggu (6/12). ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 7 Desember 2015 | 10:12 WIB

Jakarta - Tabrakan antara bus Metromini dengan kereta rel listrik (KRL) di lintasan Muara Angke, Jakarta Barat pada Minggu (6/12), menurut Organda DKI Jakarta semakin membuktikan manajemen Metromini yang buruk.

Manajemen mereka tidak mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan angkutan umum reguler tersebut.

Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan pihak pengelola Metromini harus segera melakukan revitalisasi sistem manajemen operasionalnya. Selama ini sistem manajemen Metromini berantakan dan cenderung kurang mengutamakan keselamatan penumpang.

“Amburadul memang manajemennya Metromini. Sistem tata kelolanya tidak terkontrol. Begitu juga tanggung jawab pemiliknya. Peristiwa ini bikin hati saya hancur,” kata Shafruhan, Senin (7/12).

Karena itu, dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera dapat memaksa pemilik atau pengelola Metromini menerapkan regulasi sistem manajemen angkutan umum yang sudah ditetapkan.

“Terutama dalam pemilihan sopir bus Metromini harus lebih selektif lagi,” ujarnya.

Agar peristiwa tersebut tak terulang lagi, Organda DKI bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan menindaktegas Metromini maupun Kopaja yang tak memenuhi aturan yang ada. Bila masih nekat tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, maka trayek Metromini atau Kopaja tersebut akan dicabut.

“Saya sudah koordinasi dengan Dishubtrans DKI. Kalau masih bandel, izin trayeknya dicabut saja,” tegasnya.

Sumber: BeritaSatu.com