Perbanyak RPTRA, Ahok Janji Terus Gusur Permukiman Liar

Perbanyak RPTRA, Ahok Janji Terus Gusur Permukiman Liar
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, memberikan pernyataan kepada jurnalis terkait rencana penertiban kawasan Masjid Luar Batang dan Pasar Ikan Museum Bahari kepada jurnalis usai meresmikan RPTRA Dharma Suci di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, 6 April 2016. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / PCN Rabu, 6 April 2016 | 19:39 WIB

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana akan terus memperbanyak Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di ibukota Jakarta. Pasalnya, tempat tersebut dianggap sebagai salah satu kunci pemecah masalah sosial yang ada di Jakarta.

Untuk mewujudkan setiap Kelurahan memiliki RPTRA, orang nomor satu di Jakarta itu mengaku tidak segan-segan untuk melakukan penggusuran terhadap permukiman warga yang liar dan kumuh serta menduduki tanah milik negara.

"Tahun ini kita sudah selesaikan 63 RPTRA baik yang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta maupun yang merupakan pembangunan dari perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Tapi sampai bulan keempat ini kita sudah mulai lelang menggunakan anggaran APBD DKI Jakarta sendiri. ‎ada150 RPTRA‎ yang sudah masuk lelang," ujar Ahok, Rabu (6/4) saat meresmikan RPTRA Dharma Suci, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Ahok menargetkan setiap kelurahan minimal memiliki sebuah RPTRA sehingga warga yang tinggal di permukiman padat penduduk sekalipun masih bisa berinteraksi dan menikmati Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah semakin sulit ditemui di kota besar seperti Jakarta.

"Kami harap tiap wilayah kelurahan ada‎ RPTRA, keberadaan RPTRA itu sangat penting, karena ini merupakan tempat untuk orang saling berbagi dan ‎saling memperhatikan, dan itu jadi tanggung jawab Lurah untuk memastikan warganya tidak boleh ada orang yang tidak sekolah, warga yang sakit tapi tidak berobat, ataupun tidak punya rumah," tambahnya.

Oleh sebab itu, Ahok berencana untuk membangun Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) dan RPTRA ‎dari sejumlah permukiman liar dan kumuh yang biasa berdiri di bantaran kali ataupun tanah sengketa yang masih abu-abu kepemilikannya.

"Rumah semi permanen yang ada di kolong tol atau dekat dengan saluran air, itu biasanya sangat padat dan sirkulasi udaranya sangat buruk, hal ini jugalah yang membuat Indonesia menjadi penyumbang wabah TBC terbesar kedua dengan persentase 10%‎. Makanya, kita akan terus lakukan penertiban terhadap bangunan warga yang berada di lahan milik negara," lanjut Ahok.

Ia juga mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta akan membantu biaya kuliah untuk anak DKI Jakarta yang berprestasi dengan nilai baik dan diterima di Universitas Negeri, namun tidak mampu untuk membayar biaya kuliah dan kebutuhan selama kuliah.

"Pemprov akan bantu biayanya, kita kasih dana Rp 18 juta ‎per tahun untuk anak tersebut kuliah sampai lulus pada waktunya, masyarakat itu sebenarnya memiliki banyak masalah‎ tapi kurang mampu menyampaikan persoalannya kepada kami, dan inilah fungsi RPTRA yang salah satunya menjadi tempat curhat warga pada Lurah dan untuk kegiatan warga lainnya," katanya.

Selain membangun RPTRA, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Dharma Suci juga akan membangun vila-vila Werdha yang dilengkapi dengan danau dan tempat bercocok tanam. Tempat ini disediakan bagi para warga senior atau lansia yang sering ditelantarkan oleh anggota keluarganya di Panti.

"Daripada warga mengirim orang tuanya ke panti itu tidak bagus. Pemprov DKI Jakarta akan membangun 97 hektare villa di Ciangin dekat BSD. Selain itu, kami juga akan membangun 20.188 unit apartemen (rusunawa) tipe 36, hanya bayar sewa Rp 15.000 sehari, semua yang tinggal bisa menggunakan transportasi di Jakarta," ucap Ahok.

Pembenahan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, dikatakan Ahok, memang terasa kejam dan tegas oleh masyarakat DKI Jakarta, namun tindakan yang dilakukan pemerintah daerah itu merupakan pecut untuk membuat wajah ibukota jauh lebih manusiawi dan beradab.

"‎Jadi ini orang salah paham saja sama saya, kita seperti orang tua tidak ingin anak-anak itu susah. Saya juga sudah minta Pak Wali Kota untuk memperbanyak RPTRA. Caranya, Taman Kebon Pisang dipasang jembatan penghubung menyeberang ke Teluk Gong. Jadi bisa nyambung sama RPTRA Kalijodo yang akan kita jadikan RTH dan ada skateboard dan untuk sepeda. Jadi bapak ibu sabar saja, pasti saya akan gusur terus mereka yang tinggal di tempat kumuh dan ilegal," kata Ahok.

Menurut Ahok, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mungkin menyengsarakan warganya, karena segala kebijakan publik dan pembenahan birokrasi dilakukan untuk kemajuan dan kepentingan seluruh warga.

"Kami seperti orang tua saja, anak dijewer dipukulin sama orang tuanya, anaknya marah bilang bapaknya itu jahat‎, ada enggak orang tua yang ingin anaknya mati? Enggak ada, kita jewer karena kamu memang kurang ajar enggak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kita ingin membuat Jakarta jadi lebih baik," tutup Ahok.

Sumber: Suara Pembaruan