Naikkan Tarif KRL, Ini Upaya KCJ Tingkatkan Pelayanan

Naikkan Tarif KRL, Ini Upaya KCJ Tingkatkan Pelayanan
Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila (tengah) memberikan pernyataannya kepada awak media terkait kenaikan tarif KRL Jabodetabek per 1 Oktober 2016 di aula pertemuan Gedung JRC Jakarta Pusat, Kamis 18 Agustus 2016 sore. (Foto: Suara Pembarun/Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / PCN Kamis, 18 Agustus 2016 | 19:13 WIB

Jakarta- PT Kereta Api Indonesia (KAI) - Commuter Jabodetabek (KCJ) memastikan akan melakukan penyesuaian tarif atau dalam hal ini menaikkan tarif sebesar Rp 1.000 untuk 25 kilometer pertama bagi masyarakat pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) pada Sabtu (1/10) atau awal Oktober 2016 mendatang.

Kenaikan tarif penumpang tersebut disebutkan oleh PT KCJ akan diimbangi juga dengan peningkatan layanan kepada para pengguna KRL Jabodetabek, terutama dalam hal fasilitas sarana dan prasarana di stasiun, serta memastikan penumpukan kereta di beberapa stasiun berkurang, sehingga meminimalisasi keterlambatan keberangkatan dan ketibaan kereta.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta Pusat pada Kamis (18/8) sore.

"‎Penyesuaian tarif ini mau tidak mau harus kami lakukan, karena volume jumlah penunpang yang semakin bertambah dari tahun ke tahunnya harus diimbangi dengan penyiapan sarana transportasi kereta, baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta itu sendiri," ujar Fadhila.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak KCJ untuk semakin membuat nyaman masyarakat pengguna KRL an‎tara lain yakni dengan melakukan investasi dari segi sarana dimana ada 60 unit KRL dibeli dari Jepang. Saat ini 30 unit sudah tiba di Jakarta dalam proses persiapan teknis uji statis dan uji dinamis di Balai Kementerian Perhubungan.

"Kami juga melakukan penambahan kapasitas angkut penumpang dengan memperbanyak jumlah kereta dalam satu rangkaian, di mana saat ini kita hanya memiliki lima rangkaian berisi 12 kereta (SF 12), namun pada akhir tahun 2016 ini ‎akan ditingkatkan menjadi 18 rangkaian tipe SF 12," tambah Fadhila.

Dikatakannya, perpanjangan jumlah unit KRL dalam satu rangkaian itu juga diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana stasiun dengan melakukan perpanjangan peron, pembuatan fasilitas bagi warga penyandang disabilitas, serta menambah jumlah pos kesehatan di beberapa stasiun.

"Kita juga menambah fasilitas publik yang wajib ada untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, misalnya penambahan kapasitas toilet atau pembangunan‎ musala meski disesuaikan dengan kapasitas atau pun luas dari stasiun itu sendiri," tuturnya.

Untuk meningkatkan keselamatan ‎dan keamanan penumpang saat sedang menyeberang dari satu peron ke peron lainnya, PT KCJ melalui Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga akan membangun fasilitas penyeberangan, baik Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) atau underpass yang akan dilakukan seperti di Stasiun Manggarai dan akan selesai dibangun hingga Stasiun Cikarang dengan target penyelesaian pada akhir 2016.

"Kita juga berikan kemudahan dan modernisasi transaksi tiket dengan menambah jumlah vending machine dari yang saat ini baru 50 unit di beberapa stasiun saja, menjadi 200 unit yang akan disebar merata ke seluruh 71 stasiun yang kita kelola," lanjut Fadhila.

Vending Machine ini dapat semakin mempermudah masyarakat pengguna jasa KRL untuk melakukan pembelian Tiket Harian Berjaminan (THB), pengisian ulang tarif THB, pengembalian uang jaminan dan top up KMT.

Selain itu, kemudahan akses informasi bagi penumpang KRL akan terus ditingkatan dengan memasang teknologi informasi (TI) berupa display elektronik baik di area Stasiun maupun di dalam unit KRL itu sendiri.

"Masyarakat juga memiliki alternatif pilihan selain menghubungi operator Call Center KAI di 121 dengan menghadirkan aplikasi smartphone KRL Access yang bisa digunakan pagi pengguna android maupun IOS," katanya.

Dengan aplikasi KRL‎ Access ini, pengguna KRL dapat melihat posisi real time dari KRL, kondisi perjalanan KRL terkini, pengecekan nominal tarif, peta rute, sambungan pada seluruh sosial media PT KCJ, serta dapat menyampaikan saran dan kritik pada operator KRL Jabodetabek itu.

"Kita juga menyediakan‎ pelayanan lost and found untuk memberikan kenyamanan dan bantuan bagi pengguna jasa mencari barang bawaannya yang tertinggal atau hilang di lingkungan stasiun dan KRL. Semua pelayanan terbaik kami ini sebagai wujud komitmen mengurangi masalah kemacetan di Jabodetabek dan mewujudkan target 1,2 juta penumpang di tahun 2019," tutup Fadhila.

Saat ini, tarif KRL yang berlaku sejak Januari hingga September 2016 pada 25 Kilometer (km) memiliki komposisi:
- Tarif Rp/orang sebesar Rp 2.000
- Tarif PSO sebesar Rp 3.000
- Total Tarif Operator sebesar Rp 5.000

Per 1 Oktober 2016 tarif 25 km pertama ini akan naik sebesar Rp 1.000 dan tarif PSO naik sebesar Rp 250‎ dengan komposisi sebagai berikut:
- Tarif Rp/orang sebesar Rp 3.000
- Tarif PSO sebesar Rp 3.250
- Total Tarif Operator sebesar Rp 6.250

Sedangkan untuk Tarif KRL 10 km berikutnya (setelah 25 km pertama) saat ini (Januari - September 2016) memiliki komposisi sebagai berikut:

- Tarif Rp/orang sebesar Rp 1.000‎
- Tarif PSO sebesar Rp 1.000
- Total Tarif Operator sebesar Rp 2.000

Per 1 Oktober 2016 tarif 10 km berikutnya (setelah 25 km pertama) ini akan tetap sebesar Rp 1.000‎, namun ada kenaikan Rp 500 pada porsi PSO-nya dengan komposisi sebagai berikut:
- Tarif Rp/orang sebesar Rp 1.000
- Tarif PSO sebesar Rp 1.500
- Total Tarif Operator sebesar Rp 2.500

 

Sumber: Suara Pembaruan