Mulai 30 Agustus, Aturan Ganjil Genap Diterapkan Permanen

Mulai 30 Agustus, Aturan Ganjil Genap Diterapkan Permanen
Petugas Dinas perhubungan membantu mengatur lalu lintas di perempatan CSW, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Juli 2016. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pehubungan DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan uji coba sistem lalu lintas ganjil genap di sejumlah kawasan ibu kotai mulai 27 Juli sampai 26 Agustus 2016. Kebijakan ini hanya sementara sebelum sistem jalan berbayar atau Enterprise Resource Planning (ERP) diterapkan. (Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)
Lenny Tristia Tambun / CAH Jumat, 26 Agustus 2016 | 08:05 WIB

Jakarta - Setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan akan menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap secara permanen mulai 30 Agustus 2016.

Keputusan itu diambil karena penerapan uji coba yang telah dilakukan sejak tanggal 27 Juli hingga 25 Agustus 2016 ternyata sangat efektif dan efisien menurunkan tingkat kemacetan lalu lintas di sembilan lokasi penerapan kebijakan tersebut.

Dari hasil survei yang dilakukan selama uji coba, terlihat travel time atau waktu perjalanan kendaraan bermotor mengalami penurunan sekitar 19 persen pada ruas jalan yang diberlakukan pembatasan ganjil genap dari arah Utara- Selatan dan Timur-Barat, begitu juga sebaliknya.

Lalu, kecepatan kendaraan meningkat rata-rata sekitar 20 persen pada ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap. Juga terlihat volume lalin secara keseluruhan terjadi penurunan rata-rata sekitar 15 persen pada empat lokasi titik pengamatan.

Dengan berkurangnya volume lalu lintas mengakibatkan akan berkurangnya kepadatan sehingga meningkatkan kelancaran lalu lintas dan kecepatan laju kendaraan meningkat.

Selain itu, terjadi peningkatan pelayanan Transjakarta dengan menurunnya headway bus Transjakarta di tiga koridor. Yaitu, Koridor I (Blok M-Kota), pada pagi hari headway menjadi dua menit dari biasanya empat menit dan di soreh hari tetap tiga menit.

Headway di Koridor VI (Dukuh Atas-Ragunan) di pagi dan sore hari menjadi lima menit dari awalnya tujuh menit. Dan di Koridor IX (Pinangranti-Pluit) di pagi hari menjadi tujuh menit dari biasanya delapan menit dan sore hari menjadi delapan menit dari biasanya 10 menit.

Kondisi tersebut mengakibatkan penumpang bus Transjakarta pun semakin meningkat. Jumlah penumpang di Koridor I meningkat 32,57 persen dari 53.444 penumpang menjadi 70.850 penumpang. Di Koridor VI, meningkat 27,17 persen, dari 22.518 penumpang menjadi 28.636 penumpang. Dan di Koridor IX meningkat 30,55 persen, dari 32.301 penumpang menjadi 42.170 penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, maka dapat disimpulkan pelaksanaan uji coba pembatasan kendaraan bermotor melalui ganjil genal telah berhasil mengurangi kemacetan.

“Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya kinerja lalu lintas. Yakni, meningkatnya kecepatan, berkurangnya waktu perjalanan, meningkatnya frekuensi dan jumlah penumpang transjakarta,” kata Andri Yansyah.

Dengan begitu, mulai Selasa (30/8), Pemprov DKI akan memberlakukan pembatasan lalu lintas Ganjil-Genap di sembilan jalan protokol dengan landasan hukum Peraturan Gubernur No 164 tahun 2016 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem Ganjil-Genap.

“Artinya, mulai Selasa (30/8), Pengendara yang melanggar kawasan ganjil genap terkena pelanggaran rambu denda maksimal Rp 500.000. Jadi kami harap pengendara mematuhi aturan ini kalau tidak mau kena denda,” ujarnya.

Wakil Kepala Dishubtrans DKI, Sigit Wijatmoko mengatakan dari hasil evaluasi yang diadakan dalam rapat hari ini, penerapan uji coba ganjil genap positif meningkatkan kesadaran warga terhadap pemberlakuan kebijakan tersebut.

“Terlihat dari teguran lisan hingga tulisan yang menurun secara signifikan. Dari awalnya teguran lisan mencapai 10.400 teguran, sekarang sudah mencapai 584 teguran tertuls. Artinya warga sudah semakin aware dan paham terhadap katuran ini. Jadi kita tetap targetkan tanggal 30 Agustus kita terapkan penegakan hukumnya,” kata Sigit.

Untuk persiapan tanggal 30 Agustus, hingga saat ini pihaknya sedang mempersiapkan surat tilang dan rambu-rambu pendukung kebijakan tersebut. Begitu juga penurunan petugas Dishubtrans DKI, terutama di jalan-jalan alternatif yang mengalami peningkatan volume kendaraan.

“Yang pasti tanggal 30 Agustus, kami pastikan sudah siap semuanya. Untuk petugas, sesuai protap kita turunkan 60 personel setiap hari untuk satu shift. Untuk penjagaan kita bagi menjadi dua shift, pagi dan sore,” jelasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta Dishubtrans DKI bertindak tegas dalam melakukan penegakan hukum bagi pelanggar aturan ganjil genap. Dengan penegakan hukum yang tegas, maka dapat menimbulkan efek jera bagi para pelanggar.

“Ganjil genap itu efektif mengurangi kemacetan. Tetapi harus diiringi dengan penegakan hukum yang tegas, yaitu dendan Rp 500.000. Tugas kami menyediakan penambahan bus-bus baru untuk Transjakarta. Saat ini sudah berjalan penambahan armadanya,” kata Djarot.









Sumber: BeritaSatu.com