Jakarta - Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam Konferensi UN Habitat III di Quito, Ecuador, patut diapresiasi. Namun, Kota Pahlawan itu harus terus berbenah dalam mendorong pembangunan perkotaan dengan tingkat kesenjangan seminimal mungkin.
Demikian disampaikan Vinsensius Awey sebagai salah satu delegasi United Nations Conference on Housing and Suistainable Urban Development (UN Habitat III) di kota Quito, Ecuador, yang berlangsung dari tanggal 17-20 Oktober 2016.
Vinsensius yang juga anggota DPRD Kota Surabaya ini menegaskan bahwa kehadiran dirinya dan sejumlah anggota DPRD bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini merupakan kesempatan yang sangat berharga. “Ini untuk memperluas pengetahuan dalam pembangunan perkotaan yang adil, ramah anak, dan layak huni bagi semua pihak. Jadi Kota Surabaya juga harus terus berbenah,” ujar Vinsensius.
Dia menjelaskan, keterlibatannya dalam konferensi ini secara khusus membahas berbagai hal, terutama aspek tata kota, pertamanan, kebersihan, lingkungan hidup, dan perhubungan. Sekalipun saat ini sejumlah pihak menilai Surabaya sudah bagus, tetapi masih perlu merumuskan berbagai strategi yang lebih khsusus.
Seperti diketahui, delegsai Indonesia dalam konferensi ini dipimpin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono diikuti perwakilan dari sejumlah instansi lainnya. Sedangkan dari Surabaya, selain Tri Rismaharini dan Vinsensius Awey, hadir pula M. Taswin ( Assisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya), Eko Haryanto (Assisten Kesra Pemkot Surabaya), Wiwiek Widyanti ( Kabag Umum dan Protokol Pemkot Surabaya), dan Irvan Widianto ( Kasatpol PP Pemkot Surabaya). Sedangkan dari DPRD Surabaya juga hadir Herlina Harsono Nyoto dan Adi Sutarwijono.
Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan UN Habitat III, Tri Rismaharini menerima penghargaan utama dari Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) Alumni International Awards atas prestasinya membawa perubaan positif di lingkungannya.
Penghargaan tersebut diserahkan Utusan Khusus Perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink di sela-sela rangkaian forum Habitat III di Quito, Ekuador, Senin (17/10) malam waktu setempat.
IHS Alumni International Awards diberikan kepada para jebolan IHS yang dinilai berprestasi dan mampu membawa perubahan positif di lingkup tempat kerjanya. Tahun ini, Risma dinobatkan menjadi pemenang utama IHS Alumni Internasional Awards. Pada posisi runner up ditempati Profesor Alfredo Garay dari Argentina dan Chief Willie Abiano asal Nigeria.


