Minggu, 7 Mei 2023

Harga Cabai Rawit di Jakarta Utara Tembus Rp 150.000/Kg

Carlos Roy Fajarta / CAH
Selasa, 10 Januari 2017 | 11:34 WIB

Jakarta - Kenaikan harga cabai rawit di wilayah Jakarta Utara semakin menjadi-jadi dengan harganya yang meroket hingga menembus Rp 150.000/kilogram (kg) pada Selasa (10/1) dari sebelumnya Rp 100.000/kg.

Kondisi ini pun membuat para pedagang maupun pembeli yang didominasi ibu-ibu rumah tangga menjerit. Seperti yang terjadi di Pasar Rawa Badak, Jalan Sindang Terusan, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara dimana harga cabai rawit terpantau menembus harga Rp 130.000 - Rp 150.000 /kg.

H Halimah (55) salah satu pedagang di lantai dasar mengatakan saat ini harga cabai rawit sudah menembus angka Rp 140.000/kg, bahkan di beberapa lapak kecil ada yang menjual hingga Rp 150.000/kg.

"Kondisi ini membuat kita juga mengurangi pengambilan cabai rawit dari pasar induk Kramatjati, soalnya dari sananya harganya juga sudah mahal takut enggak laku," ujar Halimah, Selasa (10/1).

Advertisement

Ia mengungkapkan selama puluhan tahun berjualan di Pasar tersebut kondisi kenaikan harga cabai rawit yang paling parah justru terjadi menjelang awal tahun 2017 dimana pasokan semakin tidak terkendali.

"Saya juga heran kenapa harganya jadi tidak terkendali seperti ini, kalau dari agen di Pasar Induk bilangnya ada beberapa penyebab misalnya petani gagal panen, stok cabai kosong, dan kondisi jalan yang macet," kata Mardai (40) pedagang cabai lainnya.

Sementara itu, Ana (63) salah satu pembeli cabai rawit mengaku kenaikan tersebut sangat menyulitkan para ibu rumah tangga seperti dirinya.

"Ini harganya makin gak masuk akal, masak cabai rawit yang biasa hanya Rp 50.000/kg sekarang tiga kali lipatnya," kata Ana.

Ia berharap agar pemerintah segera menstabilkan pasokan cabai tersebut agar harganya turun dan kembali normal seperti sediakala.

"Sekarang apa-apa naik, listrik naik, BBM non-subsidi juga naik, cuma gaji pensiunan dari suami aja yang enggak naik-naik," tambahnya.





Sumber: Suara Pembaruan

Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesal Harga Anjlok, Petani di Temanggung Biarkan Cabai Membusuk di Sawah

Kesal Harga Anjlok, Petani di Temanggung Biarkan Cabai Membusuk di Sawah

NUSANTARA
Harga Cabai di Jember Turun Drastis Setelah Lebaran

Harga Cabai di Jember Turun Drastis Setelah Lebaran

NUSANTARA
Jelang Lebaran 2023, Harga Cabai Turun Drastis di Trenggalek

Jelang Lebaran 2023, Harga Cabai Turun Drastis di Trenggalek

NUSANTARA
Pasokan Banyak, Harga Cabai di Kupang Turun Jadi Rp 80.000/Kg

Pasokan Banyak, Harga Cabai di Kupang Turun Jadi Rp 80.000/Kg

NUSANTARA
Harga Cabai dan Ayam Potong di Kota Mataram Meroket

Harga Cabai dan Ayam Potong di Kota Mataram Meroket

B-PLUS
Stok Melimpah, Harga Cabai Merah di Kabupaten Agam Mulai Turun

Stok Melimpah, Harga Cabai Merah di Kabupaten Agam Mulai Turun

B-PLUS

BERITA TERKINI

Jelang Pilpres 2024, JK Sarankan Jokowi Tak Terlibat Terlalu Jauh dalam Politik

BERSATU KAWAL PEMILU 1 jam yang lalu
1042726

Soal Jadi Cawapres, Erick: Saya Tegak Lurus dengan Jokowi

BERSATU KAWAL PEMILU 2 jam yang lalu
1042725

BNPT Apresiasi Pemkot Surakarta atas Dukungan kepada Mitra Deradikalisasi

NUSANTARA 3 jam yang lalu
1042723

Gelar IFSC Climbing World Cup, Indonesia Turunkan 22 Atlet

SPORT 3 jam yang lalu
1042722

Ning dan Santri di Surabaya Doakan Ganjar Pranowo Jadi Pemimpin yang Merakyat

BERSATU KAWAL PEMILU 3 jam yang lalu
1042721

Pengendara Motor Tewas Terpental Ditabrak Mobil dan Truk di Sambas

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1042719

AC Milan Hantam Lazio 2-0 di San Siro

SPORT 4 jam yang lalu
1042717

Karyawati Cikarang Korban Ajakan Staycation Atasannya Tidak Bekerja Usai Buka Suara ke Publik

MEGAPOLITAN 4 jam yang lalu
1042716

Penyeludupan 2300 Pil Ekstasi dari Malaysia Berhasil Digagalkan

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1042715

Akhirnya Lampard Raih Kemenangan Pertama di Chelsea

SPORT 4 jam yang lalu
1042712
Loading..
TAG TERPOPULER

ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
B-FILES

Perlu Terobosan Hukum Bongkar Transaksi Rp 189 T di Kemenkeu

Opini Text