Pelaku dan Korban Kasus Kejahatan Seksual Online Anak Bisa Bertambah

Pelaku dan Korban Kasus Kejahatan Seksual Online Anak Bisa Bertambah
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 15 Maret 2017 | 13:25 WIB

Jakarta - Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, terus menelusuri pelaku dan korban kejahatan seksual serta pornografi online anak bertajuk Official Candy's Group di media sosial Facebook. Jumlah korban berpotensi bertambah, termasuk pelakunya.

"Kami sampaikan untuk terkait dengan korban ini memang ada potensi untuk bertambah. Namun saat ini yang sudah bisa kita identifikasi ada delapan," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/3).

Menyoal apakah mungkin korbannya mencapai ratusan anak, Wahyu belum bisa memastikannya.

"Saya tidak bisa mengandai-andai, tapi nanti kita lihat setiap perkembangan akan kita update. Kami penyidik berdasarkan fakta. Nanti kita lihat gambar kan sudah terangkat, semua diidentifikasi. Kita masih menunggu waktu," ungkapnya.

Ia menyampaikan, tersangka yang ditangkap masih berjumlah empat orang. Penyidik juga sedang melakukan penyelidikan dan pelacakan untuk menangkap pelaku lainnya.

"Tersangka masih tetap empat. Masih dalam pemeriksaan dan pendalaman. (Ribuan member bisa jadi pelaku?) Kemungkinan itu ada, dan potensial itu. Tapi kami nggak bisa berandai-andai, harus sesuai penyelidikan," katanya.

Ia menuturkan, penyidik harus melakukan identifikasi gambar atau video, untuk mencari tahu siapa pelakunya, termasuk di mana dilakukan, dan siapa korbannya.

"Facebook (konten) yang sudah ditutup ada sekitar 500 film dan 100 gambar. Jadi ada 600 di situ. Satu persatu akan kita pelajari dan dicari yang lengkap. Lengkap itu dalam arti korbannya ada, bukan hanya gambar, pelakunya ada, tempatnya ada," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membongkar kasus kejahatan seksual dan pornografi online spesialias anak, serta menangkap empat orang tersangka yakni, Wawan alias Snorlax (27), Illu Inaya alias DS (24), DF alias TK alias DY (17), dan SHDW alias SHDT (16).

Modus para tersangka adalah membuat grup pada media sosial Facebook dengan nama Official Candys Group yang digunakan sebagai wadah untuk saling berbagi atau share video maupun gambar yang memuat konten pornografi anak. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 7,000 member di grup itu.

Sebelum bergabung, calon member akun Facebook wajib mengirimkan link video yang berisikin konten pornografi anak, pornografi jepang, dan pornografi kartun (animasi) ke grup Facebook tersebut, baru kemudian admin menyetujui untuk menjadi member.

Member juga wajib men-share link video yang memuat pornografi anak ke dalam grup Facebook maupun ke dalam What's App grup.

Tersangka Wawan dan tersangka DF bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap para korbannya, serta mendokumentasikannya melalui video atau gambar dengan menggunakan telepon gengam. Selanjutnya, mengunggahnya di grup Facebook dan What's App grup itu.



Sumber: BeritaSatu.com