Advokat Anton Sudanto Laporkan Terduga Penipuan Investasi Bodong
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Advokat Anton Sudanto Laporkan Terduga Penipuan Investasi Bodong

Senin, 23 November 2020 | 07:33 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini menimpa sekitar 300 orang dengan kerugian miliaran rupiah atau lebih. Salah satu korbannya gadis muda 21 tahun, Agitawati Sastramal Putri atau Gita, yang mengaku telah merugi total Rp 1,5 miliar.

"Karena ratusan orang yang kena, dan kerugian oleh klien saya materiil Rp1,5 miliar dan belum nama baik klien kami itu yang sangat terganggu dan klien kami nama baik sangat tercemar, di mata publik dan di mata teman-temannya," kata pengacara Gita, Anton Sudanto, Senin (23/11), saat melaporkan ke Kantor Polres Jakarta Utara.

Menurut Anton, persoalan ini bermula saat korban masuk sebuah grup arisan yang awalnya diketahui melalui Instagram. Gita lalu diiming-imingi pelaku untuk berinvestasi. Korban dijanjikan seseorang bernama Puji Salsabila atau Sasa, akan mendapatkan keuntungan 30 sampai 40 persen dari setiap uang yang diinvestasikan, dan dijanjikan cair setidaknya setiap 14 hari.

"Di mana, jika kita memberikan uang kepada dalam dua minggu atau tiga minggu mendapatkan Rp 10 juta," ujarnya.

Awalnya, Gita ragu. Namun lantaran tawaran disampaikan Sasa kepada korban hampir setiap hari, Gita akhirnya menginvestasikan uangnya. "Pada akhirnya, klien saya yang bernama Gita mengorbankan uang pribadinya dan keluarganya," ungkap Anton.

Pencairan keuntungan pertama berjalan lancar. Namun, Sasa kembali merayu Gita agar tak menarik uang yang telah ditanamkan, guna meraih keuntungan kembali. Bahkan membujuk Gita untuk menyetorkan lagi sejumlah uang yang lebih banyak, bahkan diimingi dengan keuntungan yang lebih besar.

Tawaran Sasa tak langsung diiyakan Gita. Seperti biasa, Sasa kemudian terus menghubungi korban. Bahkan, Gita diminta mengajak rekan-rekannya untuk berinvestasi, dengan sejumlah keuntungan yang dijanjikan Sasa kepada korban. "Dan Gita menuruti Puji Salsabila untuk menghubungi teman-temannya agar ikut dalam investasi yang ditawarkan oleh Puji Salsabila," tutur Anton.

Seiring berjalannya waktu, banyak rekan Gita yang turut menginvestasikan uangnya. Nilainya uang yang ditanamkan kepada Sasa pun kian banyak. Dari situ persoalan mulai terjadi. Tiba-tiba Puji Salsabila tidak memberikan keuntungan bahkan tidak dapat dihubungi sampai sekarang.

Selain mengkontak, korban telah berusaha mendatangi rumah Sasa. Namun hasilnya nihil. "Karena rekannya terus menanyakan perihal keuntungan investasi tersebut beserta modalnya, Gita akhirnya memilih menalangi uang rekan-rekannya tersebut," katanya.

Seiring dengan itu, ia melaporkan Sasa ke Polres Metro Jakarta Utara, dengan laporan polisi Nomor: STPP/483/IX/2020/Resju. "Korban sudah merugi Rp 1,5 miliar dan investasi dana tersebut baru berjalan dua bulan. Dan ditambah lagi dari teman-temannya korban, salah satunya dari Sumatera Utara (Sumut) juga sudah melaporkan ke Polda Sumut dan belum yang lain. Sekitar 300 nasabah dan ratusan orang yang sudah menjadi korban investasi," papar Anton.

Anton berharap kepolisian bisa segera menangkap Sasa. Sehingga keadilan bisa didapat kliennya, serta segala kerugian Gita bisa terbayar. Sebab selain kerugian secara materiil, korban pun mengaku nama baiknya rusak di mata rekan dan masyarakat lainnya.

"Kami terus mengawal perkara ini, dan meminta keadilan biar terbuka terang-terangnya. Bagaimana klien kami adalah korban kedzaliman, dari kejahatan yang diduga dilakukan oleh Sasa. Kami meminta Polres Jakarta Utara untuk mengungkap kasus ini," tandas advokat yang dijuluki "monster persidangan" ini.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pria Tanpa Identitas Tewas Terbarak Kereta di Cibitung

Korban tertabrak kereta barang dari arah timur menuju barat.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Putaran Kedua, DPT Kota Jakut Bertambah 5.062 Pemilih

Jumlah DPT putaran kedua Kota Jakut sebesar 1.129.494 pemilih.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Waspadai Hujan Petir di Jabodetabek

Dilansir situs BMKG, Rabu (5/4) Jabodetabek diprediksi akan diguyur hujan sedang sampai hujan petir pada siang hari.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Basuki Siap Dengarkan Tuntutan

Berdasarkan KUHAP, setelah pemeriksaan terdakwa dinyatakan ditutup, acara selanjutnya adalah pembacaan tuntutan.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Dua Peretas Website Tiket Online Gunakan Hasil untuk Berfoya-foya

Haikal menggunakan uang tersebut untuk membeli motor sport yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Panwaslu Jakut Selidiki Penyebar Spanduk Provokatif

Pihaknya masih menyelidiki siapa pelaku dan apa motivasi memasang spanduk tersebut.

MEGAPOLITAN | 4 April 2017

Penggelapan Minyak Sawit Disidangkan di PN Jakut

Saat dilakukan penghitungan ternyata muatan minyak sawit milik PT PMA tidak sesuai dengan pesanan atau mengalami penyusutan.

MEGAPOLITAN | 5 April 2017

Ini Alasan Ahok Sebut Al Maidah di Kepulauan Seribu

Ahok mengaku mengutip Al Maidah karena teringat situasi di Pilkada Bangka Belitung tahun 2007 silam.

MEGAPOLITAN | 4 April 2017

Ira Koesno Kembali Jadi Moderator, Djarot Senang

Calon wakil gubernur DKI nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mengaku senang mendengar Ira Koesno terpilih kembali menjadi moderator debat.

MEGAPOLITAN | 4 April 2017

KPU DKI Lakukan Rakapitulasi DPT Tingkat Kota dan Kabupaten

Untuk rekapitulasi dan Rapat Pleno KPU Provinsi DKI Jakarta akan dilakukan di Hotel Bidakara Jakarta Selatan pada Kamis (6/4) Pukul 19.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 4 April 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS