Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki 95 situ dan 17 di antaranya berada di kawasan Cibinong Raya. Pihak Pemkab saat ini tengah merancang konsep pembangunan situ front city di mana pembangunan berbasis memanfaatkan embung (situ) dan air hujan.
Bupati Bogor, Nurhayanti, menuturkan, konsep Cibinong Raya menjadi situ front city yang telah dirancang Pemda Bogor sejak tahun 2015 terbuka terhadap masukan yang inovatif dari berbagai aspek. Salah satunya, kata dia, kajian ilmiah mengenai optimalisasi pemanfaatan situ sebagai penyeimbang ekosistem di wilayah perkotaan Cibinong Raya.
"Situ front city sebagai konsep desain membutuhkan konsep yang matang dan terintegrasi serta didukung oleh semua pihak, kajian ini tentunya memperkuat argumentasi terhadap produk-produk perencanaan yang telah di inisiasi oleh Bappedalitbang serta memberikan arahan pengembangan yang implementatif," kata Nurhayati dalam diskusi bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait kawasan front city di Cibinong, Senin (10/7).
Selanjutnya, kata Nurhayati, pengembangan kawasan ini membutuhkan strategi dan model untuk mendorong perubahan paradigma masyarakat, terutama berkaitan dengan sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
"Situ Front City sebagai konsep desain, aspek tertentu perlu penajaman. Penajaman tersebut, dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, termasuk salah satunya dengan konsep water sensitive city," tambah Nurhayati.
Guru Besar Manajemen Landskap IPB, Hadi Susilo Arifin, dalam paparannya menuturkan, solusi pengelolaan air hujan dan limbah sebagai multifungsi di wilayah Cibinong dan Sentul.
"Beberapa di antaranya, membuat sistem penyaringan air hujan pada drainase jalan dengan membuat bak kontrol yang mudah dibersihkan dan air limpasan disalurkan pada situ untuk pemanfaatan ke keperluan penduduk sekitar non air minum," kata Hadi Susilo.
Kemudian, lanjut dia, bendungan atau dam pelindung di area situ yang bisa mengontrol penyaluran air situ ke kawasan yang membutuhkan. "Taman air hujan, mampu menampung dan menjadi tempat resapan air serta tempat wisata bagi warga sekitar," paparnya.
Selanjutnya, metode menyaringan air menggunakan beberapa jenis tanaman lokal seperti tumbuhan talas air dan pohon kecapi atau sentul untuk menahan erosi di wilayah Sentul City.
"Terakhir, pembuatan jembatan satwa di area situ Cikaret dan Kebantenan sehingga ikut melestarikan satwa dan menjadi objek wisata," tambah Hadi Susilo.
Direktur Sentul City, Ricky Kinanto Teh, menambahkan, beberapa gagasan yang disampaikan tim IPB telah menjadi rancangan tim pengembang wilayah Sentul sehingga masukan yang baru bisa menjadi perencanaan selanjutnya.
"Taman Budaya Sentul contohnya, bisa mengadopsi usulan tim IPB dalam pembuatan taman vertikal dengan metode penyaluran yang baik," kata Ricky.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: BeritaSatu.com
