Anies Benarkan Akan Legalkan Becak Beroperasi di Jakarta

Anies Benarkan Akan Legalkan Becak Beroperasi di Jakarta
Pengemudi becak menunggu penumpang dikawasan Pasar Rajawali, Pademangan, Jakarta Utara, 8 Oktober 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:04 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membenarkan akan melegalkan operasional becak di wilayah Jakarta. Ia akan mengatur becak bisa beroperasi di wilayah yang benar dan tepat, tanpa menganggu estetika tata kota Jakarta sebagai Ibu Kota negara.

“Saya akan mengatur sehingga mereka beroperasi di wilayah yang benar, yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan. Sehingga Jakarta itu, memberikan kesempatan untuk semuanya,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (10/10).

Para tukang becak menawarkan jasa angkutan orang. Selama jasa itu tidak digunakan, maka tidak akan laku. Karena itu, pihaknya mengatur profesi tukang becak yang ada di wilayah-wilayah tertentu.

“Becak ramai dibicarakan sejak bulan Desember tahun lalu. Sekarang sudah berjalan 10 bulan. Tidak dibicarakan. Apa berarti tidak ada becak di Jakarta? Mereka tetap beroperasi setiap hari. Jangan hanya karena dibicarakan dianggap ada, karena tidak dibicarakan dianggap tidak ada. Karena mereka tidak memiliki aturan, mereka menjadi subyek pemerasan dan segala macam tekanan,” terangnya.

Dilegalkannya becak dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum), menurut Anies, masih dalam usulan. Belum ada pembahasan dengan pihak legislatif.

“Masih dalam usulan. Belum ada pembahasan. Nanti kita lihat perkembangannya. Namun intinya, seperti saya katakan dari kemarin, wilayah operasinya ya di wilayah yang selama ini ada. Kasihan abang becak ini kalau di-framing becak kembali jalan di Jalan Thamrin, Jalan Sudirman. Bukan,” tegasnya.

Dengan melegalkan becak beroperasi di wilayah yang tepat dan benar, maka Pemprov DKI membantu kesetaraan kesempatan bekerja kepada para tukang becak ini. Menurut Anies, para tukang becak mereka memiliki keluarga yang harus dihidupi setiap hari. Sehingga mereka membutuhkan kepastian dalam menjalani profesi sebagai tukang becak.

“Jangan mereka digilas dengan opini bahwa mereka adalah pengganggu kemajuan dan kemodernan di Jakarta. Ini menurut saya penting sekali. Agar kita di Jakarta bisa berkata, kota ini setara untuk semuanya. Bukan hanya untuk sebagian,” tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com