Kebijakan Ganjil Genap Dilanjutkan Mulai 2 Januari

Kebijakan Ganjil Genap Dilanjutkan Mulai 2 Januari
Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan perpanjang sistem ganjil genap. ( Foto: Beritasatu TV )
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 31 Desember 2018 | 20:05 WIB

Jakarta - Setelah melewati berbagai pembahasan dalam Forum Grup Diskusi (FGD), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menetapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil dan genap akan dilanjutkan mulai 2 Januari 2019. Kebijakan ini telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil – Genap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan kebijakan ini dilanjutkan melihat pola pergerakan masyarakat yang telah ke arah positif pascapelaksanaan Asian Games XIII dan Asian Para Games III tahun 2018. “Diharapkan agar pola pergerakan tidak kembali ke awal,” kata Sigit, di Jakarta, Senin (31/12).

Kebijakan Ganjil Genap ini telah dijadikan contoh kebijakan nasional sebagai salah satu alternatif pembatasan lalu lintas pada pelaksanaan Annual Meetings IMF - World Bank Group 2018 di Bali, dan segera diterapkan di Kota Surabaya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kebijakan Ganjil Genap ini berdampak positif bagi layanan angkutan umum massal. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah penumpang Bus Transjakarta sebesar 47 persen pada saat pemberlakuan Ganjil Genap setelah Asian Para Games 2018.

Sejak diterapkan Januari 2018, program Jak Lingko (dengan diawali bernama OK Otrip) hingga sekarang, berhasil mengangkut 5 juta penumpang. Rata-rata setiap hari ada 50.000-60.000 warga. Rekor tertinggi Jak Lingko telah mampu melayani 68.404 warga dalam satu hari.

Oleh karena itu, sebagai Kebijakan Antara (intermediate policy) untuk mendukung pengembangan dan penggunaan angkutan umum massal terintegrasi, maka Kebijakan Ganjil Genap akan dilanjutkan dengan konsep yang sama.

Adapun pembatasan berlaku di sembilan ruas jalan, yaitu Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. MH Thamrin, Jl. Jend Sudirman, Jl. Gatot Subroto, Jl. MT Haryono, Jl. S Parman (simpang Jl. Tomang Raya – simpang Jl. KS Tubun), Jl. DI Panjaitan, dan Jl. Ahmad yani. Waktunya pada jam sibuk pagi, yaitu pukul 06.00 - 10.00 WIB dan jam sibuk sore yaitu pukul 16.00 – 20.00 WIB.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE